Gagal Persembahkan Medali bagi Indonesia, Rio Waida Mengaku Mati Rasa
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Atlet selancar ombak Indonesia, Rio Waida, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah kekalahan pada babak kedua Olimpiade Paris 2024, yang berlangsung, Senin (29/7/2024). Dalam unggahan di akun media sosialnya, Rio mengaku merasa mati rasa setelah harus mengakhiri perjuangannya lebih awal di kompetisi bergengsi tersebut.
Rio, yang kembali mewakili Indonesia di Olimpiade untuk kedua kalinya, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak dapat memberikan penampilan terbaiknya. "Di sisi lain saya merasakan sakit dan juga mati rasa. Sejujurnya, saya tidak bisa merasakan emosi apa pun, saya tidak tahu apakah saya harus sedih, marah, atau bahagia," tulisnya.
Atlet berusia 24 tahun itu juga meminta maaf kepada semua pendukungnya, mengekspresikan rasa penyesalan karena tidak dapat memenuhi harapan. "Saya menyesal telah membuat banyak orang sedih. Begitu banyak perhatian, begitu banyak energi selama tiga tahun mengejar impian Olimpiade, dan berakhir seperti ini cukup mengecewakan," lanjutnya.
Meskipun mengalami kekalahan, Rio tetap optimis dan mengalihkan fokusnya pada Olimpiade Los Angeles 2028 sebagai target selanjutnya. Ia berkomitmen untuk belajar dari setiap kekalahan dan memperbaiki diri. "Tapi tujuannya selalu ada, saya hanya merasa harus melalui banyak hal baik dan buruk. Belajar banyak dari diri saya sendiri dari setiap kejadian," ujarnya.
Rio menambahkan bahwa cinta dan kecintaannya terhadap selancar ombak tetap membara. "Hal yang indah adalah saya tidak akan berhenti berkompetisi dan berselancar, itu adalah salah satu hal terbaik untuk dilakukan," ungkapnya. Ia bertekad untuk terus bekerja keras dan melangkah maju, menganggap kekalahan ini sebagai pembelajaran berharga.















