Serie A akan menyajikan pertandingan terbesar di Italia, Minggu (15/2/2026) dini hari. Inter Milan akan menjamu Juventus dalam laga bertajuk Derby d'Italia edisi ke-255. Foto: Getty Imaage
JAKARTA, (ERAKINI) –Serie A akan menyajikan pertandingan terbesar di Italia, Minggu (15/2/2026) dini hari. Inter Milan akan menjamu Juventus dalam laga bertajuk Derby d’Italia edisi ke-255.
Laga klasik dua raksasa ini bukan sekadar sarat gengsi. Laga ini sangat krusial untuk menentukan perburuan gelar juara . Inter tengah dalam performa impresif dan memuncaki klasemen dengan 58 poin. Inter memiliki peluang besar untuk mengirim pesan tegas dalam perburuan .
Nerazzurri tampil luar biasa dengan memenangi 11 dari 12 laga terakhir Serie A. Satu-satunya hasil yang menghambat laju skua Cristian Chivu hanyalah imbang 2-2 kontra Napoli. Sejak awal 2026, Inter juga mencatatkan lima clean sheet dari delapan pertandingan liga dan membukukan total 22 gol, sebuah catatan impresif yang menunjukkan keseimbangan lini depan dan belakang mereka.
Performa individu para pemain kunci turut menjadi faktor pembeda. Lautaro Martinez sedang dalam kondisi terbaiknya setelah selalu mencetak gol dalam empat laga liga terakhir. Di sisi lain, Federico Dimarco tampil gemilang dengan torehan 11 assist dan lima gol musim ini, statistik yang sangat istimewa untuk seorang wingback.
Di kubu lain tim tamu, Juventus memasuki laga ini dengan menempati peringkat keempat klasemen dan mengoleksi 46 poin, setelah gol sundulan telat Kalulu memastikan hasil imbang melawan Lazio pekan lalu. Jelas Juventus menghadapi tantangan besar. Tim asuhan Luciano Spalletti wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang dalam persaingan papan atas. Inkonsistensi masih menjadi persoalan utama Si Nyonya Tua.
Mereka sempat tampil meyakinkan saat membungkam Napoli 3-0 di kandang beberapa pekan lalu, namun juga menelan kekalahan telak 0-3 dari Atalanta d Coppa Italia pekan lalu.
Meski demikian, Juventus tetap berbahaya. Talenta muda Kenan Yildiz mampu menghadirkan kreativitas di lini serang, sementara Weston McKennie dan Khéphren Thuram menunjukkan performa solid di lini tengah. Jika mampu tampil konsisten, Juve berpeluang memberi tekanan serius kepada Inter.
Namun melihat tren performa terkini, Inter tetap lebih diunggulkan. Bermain di San Siro dan dalam kepercayaan diri tinggi, sulit membayangkan Juventus bisa mencuri poin penuh, bahkan hasil imbang pun terasa berat.
Rekor dan Statistik Klasik
Sejak Serie A menggunakan format satu putaran penuh pada 1929/30, Inter dan Juventus sudah bertemu 227 kali di semua kompetisi. Juventus unggul dengan 105 kemenangan, sementara Inter mencatat 64 kemenangan dan 58 laga berakhir imbang.
Di kompetisi liga saja, duel ini sudah tersaji 185 kali, menjadikannya pertandingan yang paling sering dimainkan dalam sejarah Serie A. Juventus juga tercatat sebagai tim yang paling sering mengalahkan Inter di kasta tertinggi, sekaligus yang paling banyak mencetak gol ke gawang klub asal Milan tersebut.
Menariknya, Juventus hanya kalah sekali dalam 12 pertemuan terakhir kontra Inter yang dimainkan pada hari Sabtu waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.
Tren Performa Pemain
Secara ofensif, Juventus menunjukkan peningkatan tajam. Mereka mencetak 17 gol dalam enam laga liga terakhir, dengan rata-rata 2,8 gol per pertandingan, naik signifikan dibanding rata-rata pada 18 laga awal musim.
Kenan Yildiz berpeluang mencatat sejarah pribadi. Ia bisa menjadi pemain Juventus pertama yang mencetak minimal sembilan gol dalam satu musim Serie A sebelum usia 21 tahun sejak Roberto Bettega pada musim 1970/71.
Di era kepelatihan Luciano Spalletti, Weston McKennie menjadi mesin gol tak terduga. Ia telah mencetak tujuh gol di semua kompetisi dan menjadi gelandang Serie A dengan gol terbanyak dalam periode tersebut.
Sementara itu, Jonathan David tengah on fire dengan keterlibatan enam gol dalam enam laga liga terakhir (empat gol dan dua assist). Ia berpeluang menjadi pemain Kanada pertama yang mencetak gol di Derby d’Italia.
Secara permainan, kedua tim sama-sama dominan dalam penguasaan bola. Inter dan Juventus menjadi dua tim dengan rangkaian minimal 10 operan terbanyak musim ini di Serie A.
Catatan unik tertuju pada Lautaro Martínez. Meski Juventus adalah tim yang paling sering ia hadapi di Serie A (1.100 menit bermain), penyerang Argentina itu hanya mencetak dua gol dalam 15 pertemuan liga, rasio terendahnya melawan satu tim yang sudah ia hadapi minimal tiga kali.
Hakan Çalhanoglu dan Piotr Zielinski menjadi pemain aktif dengan gol terbanyak ke gawang Juventus di liga, masing-masing tiga gol. Zielinski juga hanya terpaut satu gol dari Arkadiusz Milik dalam daftar pencetak gol terbanyak asal Polandia sepanjang sejarah Serie A.
Dengan sejarah panjang, tensi tinggi, dan persaingan papan atas, duel di San Siro ini dipastikan menyajikan drama khas Derby d’Italia. Prediksi skor: Inter 3-1 Juventus.