Search

Preview Piala Thomas 2026: Kedalaman Skuad Indonesia Bikin Iri, Chinese Taipei Jadi Kuda Hitam

JAKARTA, (ERAKINI) – Piala Thomas siap dihelat di Forum Horsens, Denmark,  pada 24 April hingga 3 Mei 2026. Lantas bagaimana peluang Indonesia di ajang bulu tangkis beregu paling bergengsi itu? 

Dilansir laman BWF Badminton, Indonesia masih menjadi salah satu tim unggulan. Namun, Chinese Taipei juga patut diperhitungkan. Indonesia dan Chinese Taipei memegang kartu As di turnamen kali ini.

Pada edisi terakhir Piala Thomas, Chinese Taipei mencatat sejarah dengan meraih medali untuk pertama kalinya. Kali ini, mereka memiliki kekuatan untuk melangkah lebih jauh dan bahkan menantang gelar juara di ajang Thomas dan Uber Cup 2026.

Baik di sektor tunggal maupun ganda, Chinese Taipei terlihat solid. Chou Tien Chen tetap menjadi andalan seperti biasa. Sementara itu, kebangkitan performa Lin Chun-yi, yang meraih gelar di India Open dan All England Open, menjadi suntikan besar bagi tim. Untuk tunggal ketiga, mereka memiliki Chi Yu Jen, semifinalis German Open, atau talenta muda Lee Chia Hao, meski performanya menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Di sektor ganda, pilihan mereka melimpah, dengan pasangan Wang Chi-Lin/Chiu Hsiang Chieh serta Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan sebagai ujung tombak. Chinese Taipei tergabung di Grup C bersama kekuatan besar Denmark dan Korea, serta Swedia. Chinese Taipei dan Denmark difavoritkan lolos, sementara Korea, meski kuat di ganda, rentan di tiga sektor tunggal.

Denmark tengah memperingati 10 tahun gelar Piala Thomas mereka. Meski kini berada di era pasca-Viktor Axelsen dan skuad terlihat lebih tipis, mereka tetap memiliki penentu kemenangan seperti Anders Antonsen, Rasmus Gemke, pasangan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, serta Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dengan opsi tambahan Rasmus Kjaer dan Mathias Christiansen.

Indonesia Punya Kedalaman Skuad
Sementara tim Merah Putih, kedalaman skuad menjadi keunggulan yang membuat banyak tim iri. Di sektor tunggal, ada pengalaman Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Ditambah energi muda dari Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah yang mulai menunjukkan dampak di level dunia.

Di sektor ganda, Indonesia dapat mengandalkan nama-nama seperti Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, Moh Reza Pahlevi Isfahani, hingga pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Alwi dan Ubaidillah menunjukkan kedewasaan di luar usia mereka. Indonesia juga memiliki keunggulan strategis dengan opsi menurunkan Ginting sebagai penentu di partai kelima yang krusial.

Indonesia berada di grup menarik bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Tim Prancis kini berkembang pesat dan berpotensi menembus semifinal, berkat performa kuat di tunggal dan sesekali di ganda. Di tunggal, mereka mengandalkan Alex Lanier serta bersaudara Christo dan Toma Junior Popov, sementara di ganda diperkuat kombinasi Popov bersaudara, Eloi Adam/Leo Rossi, serta finalis German Open Julien Maio/William Villeger.

Thailand di atas kertas akan kesulitan menyaingi Indonesia dan Prancis. Namun, mereka tetap berbahaya dengan Kunlavut Vitidsarn sebagai ujung tombak, serta Panitchaphon Teeraratsakul yang tampil impresif musim ini. Meski tak punya pasangan ganda di 25 besar, kehadiran Dechapol Puavaranukroh dan rekan-rekannya bisa menjadi ancaman.

China Tanpa Aura Menakutkan?
Di sisi lain, China datang sebagai juara bertahan, tetapi secara komposisi tim, aura dominan seperti era sebelumnya tidak terlalu terasa. Shi Yu Qi tetap menjadi andalan utama, namun pemain lain belum menunjukkan konsistensi luar biasa. Pasangan Liang Wei Keng/Wang Chang hanya meraih satu gelar musim ini (India Open), sementara Chen Bo Yang/Liu Yi juga tampil naik turun.

Meski demikian, satu hal yang selalu diingat lawan adalah, China tak pernah bisa diremehkan. Di Grup A, China dan India menjadi kekuatan utama, dengan Kanada berusaha merebut posisi kedua. India diperkuat para juara Piala Thomas 2022 dan tengah terangkat oleh performa Ayush Shetty. 

Di tunggal, mereka memiliki Lakshya Sen, Kidambi Srikanth, dan HS Prannoy, meski dua nama terakhir kurang menonjol belakangan ini. Kekhawatiran terbesar India ada di ganda, terutama kondisi cedera bahu Satwiksairaj Rankireddy.

Kanada, dengan Victor Lai sebagai andalan, berpeluang memanfaatkan celah tersebut. Dengan komposisi yang seimbang, duel India vs Kanada bisa menjadi salah satu laga paling ketat di fase grup.

Jepang dan Malaysia di Grup B
Jepang dan Malaysia menjadi kekuatan utama di Grup B. Jepang sebagai juara 2014, memiliki kekuatan besar di tunggal dengan Kodai Naraoka yang didukung Yushi Tanaka dan Koki Watanabe. Di ganda, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi menjadi andalan, sementara pasangan kedua dipercayakan kepada Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi.

Sebaliknya, Malaysia memiliki kekuatan luar biasa di ganda, namun penuh tanda tanya di tunggal. Kondisi kebugaran Lee Zii Jia belum pasti, sementara pemain tunggal lainnya belum menunjukkan performa meyakinkan. Malaysia pun harus berharap sektor ganda mampu menutupi kelemahan tersebut.