JAKARTA, (ERAKINI) - Atmosfer panas Villa Park siap menyambut duel Aston Villa vs Nottingham Forest pada leg kedua semifinal Liga Europa, Jumat (8/5/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Tertinggal agregat 0-1 dari leg pertama, The Villans memburu comeback dramatis demi menjaga mimpi tampil di final Eropa pertama dalam puluhan tahun. Sementara Forest datang dengan ambisi menghidupkan kembali kejayaan klasik mereka di Benua Biru.
Meski kalah tipis 0-1 pada leg pertama di Nottingham, tim asuhan Unai Emery tetap percaya diri mampu membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.
Kekalahan pada pertemuan pertama tidak dianggap sebagai pukulan besar bagi Villa. Pengalaman Emery yang sudah empat kali menjuarai kompetisi ini menjadi modal penting bagi The Villans untuk mengejar tiket final Eropa pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir.
Optimisme Villa juga didukung catatan impresif di kandang. Klub asal Birmingham itu selalu menang dalam sembilan laga kandang Eropa terakhir mereka, termasuk kemenangan 3-1 atas Forest di Premier League pada Januari lalu.
Di sisi lain, Nottingham Forest datang dengan kepercayaan diri tinggi. Klub yang pernah dua kali menjuarai Piala Eropa pada musim 1978/79 dan 1979/80 itu mulai bangkit sejak ditangani pelatih asal Portugal, Vítor Pereira, pada Februari lalu.
Pereira sukses mengubah performa Forest yang sebelumnya terseok-seok di Premier League. Bahkan, jika menghitung hasil leg pertama semifinal ini dan hasil imbang 1-1 pada Februari 2025, Pereira belum pernah kalah melawan Aston Villa.
“Kami tahu pergi ke Villa Park akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar striker Forest, Chris Wood, yang mencetak gol kemenangan lewat penalti pada menit ke-71 di leg pertama, dilansir laman resmi UEFA.com.
Pelatih Forest, Vítor Pereira, memuji mentalitas timnya usai menghentikan rekor sembilan kemenangan beruntun Aston Villa di Liga Europa. “Saya merasa terhormat bisa melatih para pemain ini. Mereka luar biasa,” kata Pereira.
Meski tertinggal agregat, kubu Villa tetap yakin peluang mereka masih terbuka lebar. Bek Aston Villa, Matty Cash, menilai hasil leg pertama belum menentukan apa pun.
“Kami memang kalah, tetapi itu bukan hasil buruk. Masih banyak waktu bermain. Kami tahu seberapa kuat kami saat bermain di kandang,” ujar Cash.
Hal senada disampaikan bek Villa lainnya, Ezri Konsa. Ia berharap dukungan penuh suporter Villa Park bisa menjadi faktor pembeda dalam pertandingan penentuan nanti.
“Jika para fans mendukung kami sejak menit pertama sampai akhir, pertandingan akan sangat sulit bagi Forest. Yang terpenting adalah jangan kebobolan lebih dulu,” kata Konsa.
Sementara itu, Pereira memastikan timnya tidak akan bermain bertahan meski sudah unggul agregat. “Saya ingin tim bermain tanpa rasa takut, mencoba mencetak gol, dan memenangkan pertandingan. Kami harus siap untuk segala kemungkinan, termasuk adu penalti,” tegasnya.
Bek Forest, Nikola Milenković, juga menegaskan timnya tidak gentar menghadapi atmosfer Villa Park. “Kami percaya diri. Kami sudah sering bermain dalam tekanan suporter lawan dan itu tidak mengganggu kami,” ujarnya.
Pertandingan ini juga mencatat sejarah tersendiri. Leg pertama menjadi semifinal antarklub Inggris pertama di kompetisi Eropa sejak Liga Champions 2008/09 saat Manchester United menghadapi Arsenal.