Final cabang sepak bola PON XXI Aceh-Sumut yang mempertemukan Jawa Timur vs Jawa Barat akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Rabu (18/9/2024) pukul 20.15 malam WIB. Foto: Ist
ACEH, (ERAKINI) - Final cabang sepak bolaPON XXI Aceh-Sumut yang mempertemukan Jawa Timur vs Jawa Barat akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Rabu (18/9/2024) pukul 20.15 malam WIB. Lantas siapa yang wasit yang akan memimpin laga puncak ini?
Wasitsepak bola PON 2024 menjadi sorotan setelah insiden yang terjadi saat pertandingan perempat final antara tuan rumah Aceh menghadapi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Stadion Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9) malam lalu.
Wasit Eko Agus Sugih Harto dinilai mengambil sejumlah keputusan kontroversial. Puncaknya saat memberikan dua tendangan penalti untuk tim Aceh beberapa menit sebelum laga usai.
Keputusan kontroversial wasit itu lalu direspons pemain Sulteng dengan aksi tak terpuji. Ia meninju Eko hingga terkapar dan dilarikan menggunakan ambulans.
Berkaca dari kejadian itu, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga mengatakan bahwa wasit yang memimpin laga finalsepak bola putra PON antara Jatim vs Jabar, berasal dari Liga 1 dan Liga 2.
Arya menyebutkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah meminta untuk mengganti seluruh wasit yang ditugaskan di PON 2024 cabang sepak bola putra dengan wasit-wasit terbaik di Indonesia. Hanya, hingga kini baik PSSI maupun penyelenggara belum mengummkan wasit yang bakal memimpin laga final tersebut.
Sementara itu, pelatih Jatim Fakhri Husaini mengharap laga final ini bisa menjadi tontonan menarik dan berkualitas. Hal ini bisa disajikan tentu dengan kepemimpinan wasit yang adil.
Ia memuju kinerja wasit yang memimpin laga semifinal saat timnya menghadapi tuan umah Aceh pada Senin (16/9) lalu. Dalam laga itu tidak ada gesekan kedua tim maupun suporter akibat keputusan wasit. Oleh karena itu, ia ingin kontroversi wasit saat pertandingan Aceh vs Sulteng tidak terulang pada laga final nanti malam.
"Menyaksikan Sulteng lawan Aceh saya sangat sedih. Pertandingan jadi tidak berkualitas karena dipimpin wasit yang tidak berkualitas," kata mantan Pelatih Timnas U-16 Indonesia dan legenda timnas itu.
Laga final ini dipastikan sarat gengsi dan menarik, karena menyajikan derby Pulau Jawa. Kedua tim juga tampil impresif sejak penyisihan grup hingga semifinal.
Pada semifinal, Jabar berhasil mengalahkan Kalimantan Selatan melalui drama adu penalti 5-4 setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Sementara Jatim menyingkirkan tuan rumah Aceh dengan skor 3-1.
Sejauh ini, Jatim belum pernah terkalahkan, sementara Jabar hanya menelan satu kali kekalahan saat berhadapan dengan tim dari Tanah Rencong.
Kedua tim juga memiliki catatan bagus di ajang PON. Jatim sejauh ini telah mengoleksi empat medali emas, yakni pada PON 1996, 2000, 2004, dan 2008. Sedangkan Jabar sukses meraih emas pada PON 1951 dan 2016. Tentu kedua tim punya ambisi yang sama untuk menambah koleksi emas PON.
Berikut daftar peraih emas sepak bola putra sepanjang perhelatan PON:
PON I (1948) - Surakarta: Solo
PON II (1951) - Jakarta: Jawa Barat
PON III (1953) - Medan: Sumatera Utara
PON IV (1957) - Makassar: Sumatera Utara
PON V (1961) - Bandung: Jawa Tengah
PON VI (1965) - Jakarta: -
PON VII (1969) - Surabaya: Sumatera Utara
PON VIII (1973) - Jakarta: DKI Jakarta
PON IX (1977) - Jakarta: DKI Jakarta
PON X (1981) - Jakarta: Lampung
PON XI (1985) - Jakarta: Sumatera Utara
PON XII (1989) - Jakarta: Sumatera Utara
PON XIII (1993) - Jakarta: Papua
PON XIV (1996) - Jakarta: Jawa Timur
PON XV (2000) - Surabaya: Jawa Timur
PON XVI (2004) - Palembang: Papua & Jawa Timur (juara bersama)
PON XVII (2008) - Samarinda: Jawa Timur
PON XVIII (2012) - Pekanbaru: Kalimantan Timur
PON XIX (2016) - Bandung: Jawa Barat
PON XX (2021) - Jayapura: Papua.