Aryna Sabalenka semakin menegaskan dominasinya di Australian Open (Australia Terbuka). Foto: Getty Images
JAKARTA, (ERAKINI) – Aryna Sabalenka semakin menegaskan dominasinya di Australian Open 2026. Petenis peringkat satu dunia itu memastikan tempat di final tunggal putri untuk keempat kalinya secara beruntun setelah menyingkirkan unggulan ke-12 Elina Svitolina dengan skor meyakinkan 6-2, 6-3 pada babak semifinal, di Rod Laver Arena, Kamis (29/1).
Juara dua kali Australia Terbuka tersebut hanya membutuhkan waktu 1 jam 16 menit untuk menuntaskan laga semifinal pertama tunggal putri dan kembali melangkah ke partai puncak demi memperebutkan Daphne Akhurst Memorial Cup, Sabtu mendatang.
Dengan pencapaian ini, Sabalenka menjadi petenis ketiga di Era Terbuka yang mampu mencapai empat final tunggal putri Australia Terbuka secara beruntun, menyusul Evonne Goolagong (1971–1977) dan Martina Hingis (1997–2002).
Finalis Australian Open 2025 itu tampil agresif sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan 29 winner, sekaligus menambah total winner terbanyak di turnamen ini menjadi 172. Kemenangan atas Svitolina juga mengantar Sabalenka ke final Grand Slam kedelapan sepanjang kariernya.
“Ini pencapaian yang luar biasa, tetapi tugasnya belum selesai,” ujar Sabalenka dilansir laman resmi Australian Open. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Dia lawan yang sangat tangguh dan bermain tenis luar biasa sepanjang pekan,” tambahnya.
Sabalenka mengaku telah mempelajari permainan Svitolina, terutama setelah petenis Ukraina itu mencatat kemenangan mengejutkan atas Coco Gauff dan Mirra Andreeva di babak sebelumnya. “Saya merasa harus bermain lebih agresif dan memberi tekanan sebesar mungkin. Saya senang dengan level permainan saya hari ini dan puas bisa menang straight set,” katanya.
Kedua pemain datang ke semifinal sebagai dua petenis paling konsisten musim ini. Sabalenka menjuarai Brisbane International, sementara Svitolina mengangkat trofi ASB Classic Auckland. Keduanya juga melaju ke semifinal Australia Terbuka tanpa kehilangan satu set pun.
Sabalenka sempat berada di bawah tekanan pada gim servis pembuka setelah melakukan dua kesalahan sendiri. Namun, ia berhasil menyelamatkan dua break point sebelum mengamankan gim dengan dua forehand winner keras.
Momentum beralih sepenuhnya ke tangan Sabalenka setelah ia meraih break pertama dan unggul 4-1. Meski Svitolina sempat memberikan perlawanan dan menyelamatkan dua set point, Sabalenka menutup set pertama dengan winner backhand silang yang spektakuler.
Pada set kedua, Svitolina sempat mencuri break di awal pertandingan. Namun Sabalenka segera bangkit, meningkatkan intensitas permainan, dan mematahkan servis lawannya untuk kembali mengendalikan pertandingan.
Kepercayaan diri Sabalenka dari baseline semakin terlihat saat ia meraih break krusial dan memimpin 5-3. Tetap tenang saat servis penentuan, petenis berusia 27 tahun itu menutup laga dengan forehand silang klinis, winner ke-29-nya, untuk memastikan tiket ke final.