Kontingen Indonesia menambah tiga medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu pada hari kedua Kejuaraan Atletik Asia Tenggara ke-17 (Foto: Antara)
DELI SERDANG, (ERAKINI) - Kontingen Indonesia menambah tiga medali emas, dua perak, dan tujuh perunggu pada hari kedua Kejuaraan Atletik Asia Tenggara ke-17 kelompok usia U-18 dan U-20 yang digelar di Stadion Madya Atletik, Batang Kuis, , Sumatera Utara, Minggu (16/11/2025).
Tambahan medali emas pertama dipersembahkan Kubalang Geonly dari nomor 1.500 meter putra U-18. Kubalang finis dengan catatan waktu 4 menit 14,17 detik, unggul tipis atas pelari Vietnam, Vi Minjam Thang, yang meraih perak dengan 4 menit 14,58 detik. Sementara atlet Indonesia lainnya, Jakabiran Harahap, meraih perunggu dengan catatan 4 menit 17,05 detik.
Di nomor 100 meter putri U-18, sprinter muda Indonesia Shava S. Warangga kembali mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih. Ia membukukan waktu 11,74 detik, disusul Nguyen Thi Thu (Vietnam) dengan 11,96 detik di posisi kedua. Pelari Indonesia, Danselina W. Tauruy, menyusul di posisi ketiga dengan catatan 11,98 detik.
Emas ketiga Indonesia hari ini datang dari nomor 100 meter putra U-18 melalui M. Akbar Jabaludin. Ia mencatatkan waktu impresif 10,42 detik. Rekannya, Dwi Ahmad Febrian, juga naik podium setelah meraih perak dengan 10,52 detik. Adapun Phattarakorn Insaeng dari Thailand membawa pulang perunggu dengan 10,59 detik.
Dengan tambahan tiga emas, dua perak, dan tujuh perunggu di hari kedua, Indonesia kini telah mengoleksi total tujuh emas, enam perak, dan 12 perunggu. Hasil ini menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara.
Vietnam sementara memimpin dengan perolehan tujuh emas, sembilan perak, dan lima perunggu. Di posisi ketiga, Singapura menguntit dengan enam emas, lima perak, dan empat perunggu.
Ketua Panitia Kejuaraan Atletik Asia Tenggara ke-17 U-18 dan U-20, Tigor Tanjung, mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan hingga hari kedua. Menurutnya, seluruh pertandingan berjalan sesuai jadwal dan para atlet dapat tampil optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, baik pusat maupun lokal. Meski begitu, evaluasi tetap akan dilakukan agar pelaksanaan kejuaraan semakin baik dari hari ke hari,” ujar Tigor.
Ia juga menyampaikan harapan besar bagi para atlet muda Indonesia yang dinilai menunjukkan performa menjanjikan.
“Semoga semuanya berjalan dengan baik sampai akhir. Khusus atlet Indonesia, kami melihat mereka sudah menampilkan performa terbaik. Kami berharap pengalaman di kejuaraan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi ajang-ajang berikutnya,” kata Tigor.