Timnas Indonesia U-17 bersiap kembali membuat kejutan saat meladeni Korut di babak perempat final Piala Asia U-17 2025, pada Senin (14/4) malam WIB. Pelatih Nova Arianto minta para pemain Timnas U-17 tampil tanpa rasa takut. Foto: IG @novarianto30
JAKARTA, (ERAKINI) - Timnas Indonesia U-17 bersiap kembali membuat kejutan saat meladeni Korea Utara (Korut) di babak perempat finalPiala Asia U-17 2025. Laga krusial ini akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City Hall, Jeddah, Arab Saudi, Senin (14/4/2025) malam WIB.
Sebelumnya, Indonesia berhasil mencetak sejarah dengan menjadi juara Grup C dan memastikan satu tempat di putaran final Piala Dunia U-17 2025. Anak-anak asuh Nova Arianto bahkan sudah lolos ke perempat final sebelum memainkan laga terakhir melawan Afghanistan.
Di babak delapan besar, Indonesia menghadapi Korut yang lolos sebagai runner-up Grup D. Meski hanya meraih satu kemenangan di fase grup, yakni 3-0 atas Tajikistan, imbang melawan Iran (1-1) dan Oman (2-2), Korut tetap menjadi tim yang tidak bisa dianggap remeh.
Dari sisi statistik, Indonesia unggul selisih gol dengan +6 (7 gol memasukkan, 1 kebobolan), dibanding Korut yang hanya memiliki selisih +3 (6 memasukkan, 3 kebobolan).
Namun, Pelatih Nova Arianto mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak lengah, terutama terhadap striker Korea Utara, Ri Kang-rim, yang telah mencetak dua gol dari bangku cadangan di fase grup. Ri juga cukup produktif secara keseluruhan dengan 6 gol dari 6 penampilan bersama tim nasional sejak Oktober 2024.
Selain Ri, dua pemain lain yang berpotensi jadi ancaman adalah Kwang Song-han dan Kim Yu-jin, yang bisa saja merepotkan lini belakang Indonesia.
“Korea adalah salah satu tim yang sangat diwaspadai. Secara kualitas individu, secara etos kerjanya, secara fisik, secara mental, Korea Utara salah satu tim unggulan di Piala Asia kali ini,” kata Nova.
Meskipun Koret adalah salah satu tim unggulan, Nova minta para pemain Timnas U-17 tampil tanpa rasa takut. “Saya mau pemain tidak takut dengan situasi ini dan saya mau lihat pemain mempunyai mental yang kuat. Karena, sekali lagi mereka (Evandra Florasta dkk) akan bermain di Piala Dunia, saya mau lihat mental pemain bisa maksimal,” tegasnya.
Menurut Nova, kualitas mental para pemain akan menjadi kunci kemenangan, terlebih Indonesia memiliki waktu istirahat sehari lebih lama dibandingkan Korea Utara.
Namun, Nova mengingatkan bahwa pemulihan fisik hanyalah satu faktor, dan kesiapan mental serta perbaikan teknis seperti pengambilan keputusan di lapangan harus menjadi prioritas utama.
“Masalah mendasar kami masih di passing, timing, dan pengambilan keputusan. Hal ini terlihat saat melawan Afghanistan, banyak keputusan yang terlambat. Kami harus perbaiki itu,” imbuhnya. Nova mengaku telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika laga harus berakhir dengan adu penalti.