PSG berada di atas angin jelang leg kedua perempat final Liga Champions Eropa kontra Liverpool, Rabu (15/4/2026) dini hari. Sementara tuan rumah dalam tekanan. Foto: Getty Images via Liverpool FC
JAKARTA, (ERAKINI) – Paris Saint-Germain (PSG) berada di atas angin jelang leg kedua perempat final Liga Champions Eropa kontra Liverpool di Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari. Sementara tuan rumah dalam tekanan untuk membalikkan keadaan.
Kemenangan 2-0 pada leg pertama membuat wakil Prancis itu selangkah lebih dekat untuk kembali menyingkirkan The Reds dari kompetisi ini.
Pada pertemuan di Parc des Princes, gol dari Desire Doue pada menit ke-11 dan Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-65 menjadi pembeda. Hasil ini mempertegas dominasi PSG atas Liverpool dalam beberapa musim terakhir.
Musim lalu, kedua tim juga bertemu di babak 16 besar. Saat itu, Liverpool sempat unggul lebih dulu di Paris melalui gol Harvey Elliott. Namun, PSG membalas di Anfield lewat Ousmane Dembele sebelum akhirnya lolos melalui adu penalti dan melaju hingga menjadi juara.
Secara historis, PSG juga unggul dalam duel dua leg melawan Liverpool. Selain musim lalu, mereka pernah menang agregat 3-2 di semifinal Piala Winners 1996/97. Meski demikian, Liverpool tetap punya catatan kuat, terutama saat bermain di Anfield.
Dari 18 laga kandang melawan klub Prancis, Liverpool menang 14 kali. Namun, The Reds juga harus waspada karena PSG tengah dalam tren impresif saat menghadapi tim Inggris. Les Parisiens hanya kalah sekali dalam 11 laga terakhir melawan klub Premier League, dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang.
Bahkan, tim asuhan Luis Enrique selalu menang dalam empat duel dua leg terakhir melawan klub Inggris, termasuk menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal dalam perjalanan juara musim lalu.
Bermodal Pengalaman
Di sisi lain, Liverpool memiliki pengalaman panjang di Liga Champions. Ini adalah partisipasi ke-17 The Redsdengan dua gelar diraih pada 2005 dan 2019. The Reds juga tercatat sudah 18 kali tampil di perempat final dan memenangkan 12 di antaranya.
Namun, catatan kurang menggembirakan muncul saat mereka kalah dua gol di leg pertama. Dari 10 kesempatan sebelumnya, Liverpool gagal membalikkan keadaan dalam sembilan di antaranya. Satu-satunya pengecualian terjadi saat menghadapi Auxerre pada Piala UEFA 1991/92.
Meski begitu, harapan comeback tetap ada. Liverpool sedang dalam performa solid di Eropa dengan 16 kemenangan dari 22 laga terakhir, serta 16 kemenangan dari 20 pertandingan kandang terakhir di kompetisi kontinental.
Di kubu PSG, konsistensi menjadi kekuatan utama. Ini adalah musim ke-18 mereka di Liga Champions, dan mereka selalu lolos ke fase gugur dalam 14 musim terakhir. Bahkan, PSG kini mengincar semifinal ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih klub Prancis sebelumnya.
Selain itu, PSG punya rekor impresif saat unggul dua gol di leg pertama. Dari 11 laga, mereka berhasil lolos dalam delapan di antaranya. Terakhir kali mereka gagal terjadi pada musim 2013/14 saat disingkirkan Chelsea lewat aturan gol tandang.
Menariknya, laga ini hampir dipastikan tidak akan berakhir tanpa gol. PSG belum pernah bermain imbang 0-0 dalam 61 pertandingan fase gugur Liga Champions, sementara Liverpool juga tak pernah mencatat hasil tanpa gol dalam 37 pertemuan melawan klub Prancis di kompetisi UEFA.
Misi Berat Membalikkan Skor
Pelatih Liverpool, Arne Slot, tetap optimistis timnya bisa membalikkan keadaan. “Kami sudah berkali-kali menunjukkan mampu tampil luar biasa di laga besar. Kami percaya bisa melakukan sesuatu yang spesial, meski kami menghadapi juara Eropa,” ujarnya dilansir UEFA.com.
Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, juga menegaskan timnya akan tampil habis-habisan. “Kami harus memberikan segalanya. Jika pada akhirnya kami tidak lolos, setidaknya kami tahu sudah melakukan yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, Luis Enrique menegaskan PSG tidak akan bermain bertahan. “Kami tidak datang ke sini hanya untuk mempertahankan keunggulan. Kami ingin tetap bermain seperti biasa dan memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Gelandang muda PSG, Warren Zaïre-Emery, juga mengingatkan bahwa duel belum selesai. “Skor 2-0 memang bagus, tapi belum menentukan. Kami harus tetap fokus karena apa pun bisa terjadi,” ujarnya.