Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (12/5/2025) berangkat ke Arab Saudi dalam lawatan ke Timur Tengah, termasuk membahas perang Gaza.
Israel kembali gempur Gaza dan mengebom sekolah yang diubah menjadi tempat perlindungan hingga menewaskan sedikitnya 15 orang.
Blokade bantuan di Jalur Gaza masih dilakukan oleh Israel yang menyebabkan rumah sakit di Gaza tak bisa menyediakan makanan bagi pasien.
Pilihan perang untuk mengalahkan Hamas secara total oleh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu memicu perselisihan di Israel soal nasib sandera di Gaza.
Dubes AS untuk Israel, Mike Huckabee menyampaikan, sebuah mekanisme yang didukung AS untuk mendistribusikan bantuan ke Gaza akan segera berlaku. Israel tak dilibatkan.
Presiden Palestina Mahmud Abbas bersama dengan umat Kristen di Gaza dan pimpinan Hamas menyerukan kepada Paus Leo XIV untuk meneruskan upaya perdamaian pendahulunya, Fransiskus.
Seorang pejabat senior AS disebut-sebut telah memperingatkan bahwa Washington dapat melanjutkan kesepakatannya dengan Arab Saudi tanpa keterlibatan Israel, kecuali Israel mengubah arah, menurut media Israel.
Arab Saudi telah menolak mentah-mentah rencana Israel untuk memperluas operasi militernya di Gaza dan merebut kendali atas wilayah tersebut.
Israel telah memblokade semua pintu masuk ke Jalur Gaza sejak Maret 2025. Kini, warga Palestina sampai mengais-ngais barang yang tersisa di gudang-gudang.
Israel merobohkan puluhan bangunan milik warga Palestina, termasuk rumah-rumah, di kota-kota Tepi Barat yang dihuni pada hari Senin (5/5/2025).
Israel berencana untuk merebut seluruh wilayah Gaza. Rencana itu dilakukan untuk mencapai tujuan perangnya mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera yang ditawan di Gaza.
Sangat mengenaskan, ada lebih dari 3.500 anak di bawah usia 5 tahun menghadapi kematian yang mengancam karena kelaparan, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO).
Israel memanggil puluhan ribu tentara cadangan untuk memperluas serangan di Gaza.
Kejam! Blokade yang dilakukan Israel membuat kelaparan dan kekurangan gizi di Gaza meningkat.
Kondisi Gaza, Palestina, semakin memilukan. Ribuan orang kini menghadapi kelaparan parah akibat blokade total Israel yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.