Search

Coba Manfaatkan Celah Arus Mudik Lebaran, Kurir Sabu Ditangkap di Semarang: Total Barang Bukti 7,3kg

SEMARANG, (ERAKINI) – Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang menyita barang bukti sabu sekira 7,3kg dari 2 kasus peredaran gelap memanfaatkan momen arus mudik Lebaran 2026. Salah satu pelaku MB (42) warga Tambora, Jakarta Barat, ditangkap di Gerbang Tol Kalikangkung, Kota Semarang, membawa ransel berisi 2kg sabu naik bus umum.

Dari penangkapan MB, petugas berhasil mengembangkan jejaring kejahatan ini. Petugas kemudian menangkap FAS (32) seorang wiraswasta warga Depok, Jawa Barat dan MBDP (35) pengangguran warga Pandean Lamper Semarang. Mereka ditangkap di rumah kontrakan FAS di daerah Mijen, Kota Semarang, ditemukan 5,3kg sabu.

Penangkapan dilakukan pada Senin 16 Maret 2026 malam. Mereka membawa sabu ke Semarang dari Jakarta sehari sebelumnya, menggunakan mobil rental. Sementara MB sebelumnya ditangkap pada 15 Februari 2026 yang jaringannya kemudian dikembangkan petugas.

“Jadi mereka ini mencoba memanfaatkan momentum banyak polisi sibuk bertugas saat arus mudik,” kata Kepala Polrestabes Semarang Brigjen Pol M. Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Jumat (20/3/2026).  

Dari hasil pendalaman sementara, sabu itu akan diedarkan di wilayah Semarang dan sekitarnya. Mereka ini diiming-iming upah Rp60juta hingga Rp80juta sekali pengantaran. Pemberinya merupakan jejaring di atas mereka yang sampai saat ini masih didalami petugas.

“Kami lakukan pendalaman dan pengejaran,” lanjutnya.

Saat disita petugas, barang bukti sabu itu masih dalam kemasan paket besar. Ada barang bukti timbangan digital juga yang disita. Mereka ini nantinya akan membagi ke paket-paket lebih kecil, menunggu instruksi selanjutnya untuk di mana diletakkan untuk diambil pembeli selanjutnya.

“Jejaring ini menggunakan sel terputus,” sambung Brigjen Pol Syahduddi.

Para tersangka ditahan di Polrestabes Semarang. Sesuai regulasi, dengan barang bukti sebesar itu ancaman pidananya bisa maksimal hukuman mati atau seumur hidup.