Search

Tatap Pemilu 2029, PKB Jateng Mulai Seleksi Calon Ketua DPC

SEMARANG, (ERAKINI) - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) tahap I bagi para calon ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten/Kota.

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah menekankan, UKK ini merupakan bagian dari proses penentuan kepengurusan DPC periode 2026-2031.

"Ini menjadi rangkaian dari Musyawarah cabang (Muscab) di kabupaten/kota yang sudah kita mulai belum lama ini. Nama-nama bakal calon yang muncul dalam Muscab kemudian menjalani proses UKK ini," kata Kakung, sapaan akrab Sarif, Minggu (26/4/2026). 

Bakal calon ini, jelas Kakung, merupakan usulan dari ranting dan PAC serta kekuatan kultural.  

Dia menerangkan, proses Muscab tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena mengkombinasikan usulan dari bawah atau akar rumput, dengan hasil pemetaan dari DPP PKB.

"Lalu ada UKK ini, untuk memastikan bahwa calon ketua DPC memiliki kapasitas mengelola organisasi PKB di tingkat kabupaten dan kota, dan kemudian diuji lagi di DPP," sebut Kakung.

Kakung menjelaskan, Muscab ini juga menjadi proses seleksi awal kesiapan pasukan dalam menyambut Pemilu 2029.

Kesiapan yang dihitung bukan hanya seberapa besar logistik yang dimiliki, maupun seberapa banyak pasukan yang ada. 

"Melainkan juga seberapa kuat ideologi kita, seberapa tajam narasi perjuangan kita, seberapa kokoh mentalitas kader kita, dan seberapa kreatif kita melahirkan inovasi dalam perjuangan," tegasnya.

Atas dasar itu, jelas Kakung, selain penguatan struktur, dalam Muscab ini partai juga harus merumuskan dan menguatkan politik kehadiran, seperti yang terus digaungkan ketua umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar. 

"Yakni melalui program-program nyata yang berpihak pada rakyat," tandasnya.

UKK digelar di kompleks Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (Unnes). 

Ratusan kandidat yang diusulkan oleh masing-masing DPC menjalani tes tertulis, psikotes, hingga penilaian kemampuan kepemimpinan maupun pengambilan keputusan.

Penilai maupun panelis kegiatan ini memang dipercayakan kepada para akademisi, agar hasil yang muncul benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.