Search

Sudah 34 Tahun Berdiri dan Banyak Menyimpan Kenangan, Ini Sejarah Plasa Simpang Lima Semarang

JAKARTA, (ERAKINI) - Masyarakat terutama warga Kota Semarang dan sekitarnya pasti lah tidak asing dengan gedung mal yang menjulang tinggi di kawasan Simpang Lima Semarang ini. Mal yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 1 Semarang ini telah familier bagi banyak masyarakat dengan sebutan mal Matahari Simpang Lima karena Matahari yang ikonik.

Plasa yang sudah berdiri selama 34 tahun ini menjadi mal yang punya sejarah dan menyimpan kenangan tersendiri bagi generasi 80 dan 90-an karena menjadi mal pertama di Kota Semarang.

Sebagaimana dikutip dari laman resminya, Plasa Simpang Lima menjadi pusat perbelanjaan berbagai macam barang atau produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berbagai kalangan mengingat berada di pusat bisnis Kota Semarang.

Sejarah Plasa Simpang Lima Semarang

Plasa Simpang Lima adalah mal pertama di Kota Semarang itu telah beroperasi sejak beroperasi tahun 1990. Mal ini menjadi rujukan warga Kota Semarang dan sekitarnya untuk rekreasi dan belanja terutama saat menjelang hari raya Idul Fitri.

Untuk gerai Matahari di Plasa Simpang Lima diketahui telah beroperasi sejak tanggal 31 Maret 1990. Gerai Matahari ini berlokasi di lantai 2, 3, dan 4. Sementara untuk lantai 1 digunakan untuk gerai UMKM dan lantai 5 ada Computer Center dan Celluler Trade Center.

Plasa Simpang Lima juga telah lama menjadi jujukan masyarakat terutama wilayah Kota Semarang dan sekitarnya untuk mencari laptop, komputer dan ponsel di lantai 5 tersebut.

Mal ini dibangun dalam dua tahap, mulai 1988-1990 untuk tahap pertama, dan 1998-2000 untuk tahap kedua. Untuk tahap pertama Plasa Simpang Lima dirancang bersama oleh tim arsitek dari Pola Dwipa dan Tripanoto Sri Konsultan dan dibangun oleh Jaya Konstruksi dan Sarana Dwipa.

Plasa Simpang Lima mulai beroperasi pada rentang Maret dan April 1990, diawali dengan pembukaan toko-toko lokal seperti Toko Sepatu Virgo dan Matahari Department Store yang pembukaannya diumumkan lewat harian Suara Merdeka. Matahari sendiri mulai beroperasi pada 31 Maret 1990, menempati lantai 2, 3 dan 4,sementara lantai 1 dialokasikan untuk pedagang UMKM

Plasa Simpang Limamemiliki bangsal konvensi di lantai 6 bernama Yudhistira, dibangun sebagai pengganti Wisma Pancasila yang dibongkar sebelumnya.

Pada tahun 1998, Plasa Simpang Lima diperluas dan dibangun sebuah Hotel Arkenzo Parkview, di atas lahan bekas Dinas Parpostel Jawa Tengah. Di tahap perluasan ini lah sebuah jembatan penghubung Mal Ciputra dengan Plasa Simpang Lima dibangun pada tahun 2005.

Kabar terbaru, gerai Matahari di Plasa Simpang Lima Kota Semarang ini telah tutup terhitung sejak 1 Oktober 2024 kemarin. Kabar tutupnya Matahari di Plasa Simpang Lima ini pun kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet, terutama adalah generasi 90-an yang memiliki kenangan masa lalu di salah satu mal terbesar di Semarang tersebut.

Gelombang kenangan dari para warganet tentang pusat perbelanjaan di Semarang yang telah beroperasi selama 34 tahun ini pun tak terbendung di media sosial. Disertai stiker emoji haru dan sedih, mereka mengungkapkan kenangan-kenangan dari langganan belanja baju tiap lebaran hingga jujukan tempat bolos di zaman sekolah.