Search

Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri yang Mudah Dipraktikan

JAKARTA, (ERAKINI) -  Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan 1 syawal atau Idulfitri 1447 H jatuh pada Sabtu (21/3/2026) besok. Salah satu sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW saat Idulfitri tersebut yaitu menggelar salat sunnah berjamaah dua rakaat. 

Salat ini diutamakan dikerjakan secara berjamaah di masjid atau di suatu tempat seperti lapangan yang telah dibersihkan hingga layak untuk dijadikan tempat salat. 

Salat idulfitri dilakukan hampir sama dengan salat-salat sunnah lainnya. Salat sunnah ini harus dikerjakan secara tertib sebagaimana amalan yang dianjurkan. Salat idulfitri tidak disunnahkan dimulai tanpa azan dan iqamah tetapi cukup dengan menyeru "ash-salatu jâmi‘ah". 

Syekh KHR Asnawi dalam kitab Fasalatan menjelaskan tata cara melaksanakan salat idulfitri bagi seluruh umat Islam. Penjelasan ini juga termaktub di dalam kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji. 

Berikut tata cara salat idulfitri lengkap dengan amalannya, yaitu: 

1. Niat salat idulfitri

 Setelah berwudhu dan berzikir serta takbir secara berjamaah di masjid, umat Islam memulai salat idulfitri dengan melafalkan niat. Bila menjadi makmum, pelafalan niatnya harus ditambah ma'muman, sedangkan saat menjadi imam ditambah bacaan imaaman.  

  أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى 

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala.  

"Aku niar salat sunnah idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Sebagai catatan bahwa hukum pelafalan niat adalah sunnah. Sementara yang wajib yaitu ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan salat sunnah idulfitri.

2. Takbiratul Ihram 

Sebagaimana salat biasa, salat idulfitri juga terdapat takbiratul ihram. Usai membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. 

Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا  

Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila "

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang." 

Atau membaca:   

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar." 

3. Membaca Al-Fatihah 

Setelah selesai membaca iftitah dan melakukan takbir sebanyak tujuh kali, wajib membaca surat Al-Fatihah. 

Lalu dianjurkan membaca surat Al-A'la. Berikutnya ke ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa. 

4. Rakaat Kedua 

Di dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, disunnahkan takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan allâhu akbar seperti rakaat sebelumnya. 

Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.  

Hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) adalah sunnah, sehingga tidak sampai menggugurkan keabsahan salat Id apabila terjadi kelupaan mengerjakannya.  

5. Mendengar Khutbah 

Setelah salat selesai dengan diakhiri gerakan salam, jamaah tidak disarankan buru-buru pulang, tetapi perlu mendengarkan khutbah idulfitri sampai selesai. 

Kecuali bila salat id ditunaikan tidak secara berjamaah. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dalam sebuah hadits:

 السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس 

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada salat hari raya (idulfitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i) 

Untuk khatib, disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan khutbah kedua dengan takbir tujuh kali.

Demikian tata cara salat sunnah idulfitri yang bisa dipraktikan oleh umat Islam yang akan berlebaran besok, semoga bermanfaat.