Search

Ketegangan Meningkat! Trump Tolak Gencatan Senjata, sementara Khamenei Respons dengan Pesan Menantang

WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian meningkat setelah Presiden Donald Trump menegaskan tidak berminat melakukan gencatan senjata.

Dalam pernyataannya kepada media, Trump menyampaikan sikap tegasnya. "Anda tahu Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain," ujarnya, menandakan bahwa pendekatan militer masih akan terus berlanjut.

Tak hanya itu, Trump juga melontarkan kritik keras terhadap sekutu-sekutu NATO yang dinilai kurang memberikan dukungan. Ia bahkan menyebut aliansi tersebut sebagai “macan kertas” tanpa keterlibatan aktif Amerika Serikat.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, merespons dengan nada menantang. Dalam pesannya yang bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Persia, ia menegaskan bahwa Iran telah memberikan “pukulan telak” kepada musuh-musuhnya.

Ia juga menyebut serangan gabungan AS dan Israel sebagai “kesalahan perhitungan yang besar”, sekaligus menegaskan kesiapan Iran untuk terus mempertahankan diri.

Situasi geopolitik semakin kompleks setelah sejumlah negara mengambil sikap berbeda. Sri Lanka dilaporkan menolak permintaan AS untuk mendaratkan dua jet tempur di wilayahnya. Sementara itu, Swiss menghentikan ekspor senjata ke Amerika Serikat sebagai respons atas konflik yang sedang berlangsung.

Di lapangan, serangan dari Amerika Serikat dan Israel masih terus berlangsung, tidak hanya di Iran tetapi juga merembet ke Lebanon. Kondisi ini terjadi di tengah suasana perayaan Idulfitri yang dirayakan jutaan umat Muslim di kawasan tersebut, serta peringatan Nowruz di Iran.

Dengan belum adanya tanda-tanda de-eskalasi, konflik ini berpotensi semakin meluas dan memicu dampak global yang lebih besar, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas ekonomi dunia.