MAKKAH, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia di Arafah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026.
Peninjauan dilakukan di kawasan tenda milik Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait) yang direncanakan menampung sekitar 103.000 jemaah haji Indonesia.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan mengatakan, pihaknya mengecek sejumlah fasilitas yang akan digunakan jemaah saat fase Armuzna.
“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” kata Ian kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (9/5/2026).
Dari hasil peninjauan, sejumlah fasilitas disebut masih dalam tahap penyelesaian. Namun, pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.
Ian menjelaskan, satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi akan diisi sekitar 238 tempat tidur untuk jemaah.
“Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” ujar dia.
Untuk memudahkan penempatan jemaah, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi kapasitas, daftar kelompok terbang (kloter), hingga nama-nama jemaah yang menempati tenda tersebut.
Menurut Ian, pengisian tenda tidak selalu berdasarkan satu kloter penuh karena kapasitas tenda berbeda-beda, sedangkan jumlah jemaah dalam satu kloter bisa mencapai 360 hingga 390 orang.
“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh,” jelasnya.
Kemenhaj juga memastikan fasilitas untuk jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas telah disesuaikan, termasuk kamar mandi dan toilet yang memenuhi standar kenyamanan.
Sementara terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di sejumlah titik, meski belum merata di seluruh kawasan.
Dia menegaskan, pengecekan lanjutan akan kembali dilakukan dalam lima hari ke depan untuk memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan jemaah.
“Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas,” ujar Ian.
Selain itu, pemerintah juga akan mencocokkan data kapasitas tenda dengan jumlah jemaah secara rinci guna mengantisipasi kekurangan tempat saat puncak haji berlangsung.
“Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah,” tegasnya.
Jadwal Puncak Haji 2026
Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Kemenhaj, rangkaian puncak ibadah haji 1447 H dimulai pada Senin (25/5/2026) saat jemaah diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah.
Puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah akan dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026). Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah aqabah.
Adapun pada hari-hari tasyrik, jemaah akan menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah, dengan pilihan nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.
Berikut jadwal puncak ibadah haji 2026:
- Senin, 25 Mei 2026: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
- Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- Minggu, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)