Search

16 Orang di Sri Lanka Tewas Akibat Banjir, Sekolah-Sekolah Ditutup, 6.000 Warga Dievakuasi

JAKARTA, (ERAKINI) – Bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di banyak wilayah Sri Lanka menewaskan 16 orang, menurut para pejabat setempat, dilansir dari AP, Selasa (4/6/2024).

Menurut pusat manajemen bencana, lebih dari 6.000 orang telah dipindahkan ke pusat evakuasi pada hari Senin (3/6/2024) dan lebih dari 12.000 rumah rusak. Pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Darat telah dikerahkan untuk menyelamatkan para korban dan menyediakan makanan serta kebutuhan penting lainnya bagi mereka yang terkena dampak.

Hujan deras yang mengguyur Sri Lanka telah mendatangkan malapetaka di banyak wilayah di negara itu sejak Minggu (2/6/2024), membanjiri rumah, ladang dan jalan, dan memaksa pihak berwenang untuk memutus aliran listrik sebagai tindakan pencegahan.

Dua belas orang tewas setelah hanyut dan tenggelam di dekat ibu kota, Kolombo, dan distrik terpencil Rathnapura, Matara dan Galle pada hari Minggu (2/6/2024). Tiga orang lainnya tewas tertimpa gundukan tanah yang menimpa rumah mereka, dan satu orang tewas tertimpa pohon.

Secara terpisah, 5 orang terluka ketika tanah longsor melanda dan merusak dua rumah di Ratnapura, yang berjarak sekitar 86 kilometer (53 mil) tenggara Kolombo, kata pusat tersebut.

Sekolah-sekolah di Sri Lanka ditutup imbas bencana tersebut. Kementerian Pendidikan mengumumkan bahwa pembukaan kembali sekolah akan bergantung pada perkembangan cuaca.

Sri Lanka telah bergulat dengan kondisi cuaca buruk sejak pertengahan Mei 2024 yang disebabkan oleh hujan lebat di musim hujan. Sebelumnya, angin kencang menumbangkan pohon di banyak daerah dan menewaskan 9 orang.