WASHINGTON, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan bahwa pemerintahannya sedang melakukan komunikasi dengan Iran di tengah konflik yang telah memasuki minggu ketiga dan terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu. Ia mengatakan bahwa pembicaraan memang tengah berlangsung, meskipun belum memberikan rincian mengenai bentuk ataupun jalur diplomasi yang digunakan.
“Ya, kami memang berbicara dengan mereka,” ujar Trump ketika ditanya apakah ada upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah meluas dan mengguncang stabilitas pasar global.
Namun, menurut Trump, pihak Teheran dinilai masih belum siap untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan konflik tersebut. Meski demikian, ia menyebut posisi kedua pihak sudah “cukup dekat” untuk menuju kemungkinan perundingan damai.
Iran Bantah Ada Negosiasi
Pernyataan Trump tersebut sebelumnya telah dibantah oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak sedang menjalankan dialog apa pun dengan Amerika Serikat.
Araghchi menyatakan bahwa negaranya tidak memiliki ketertarikan untuk membuka jalur perundingan dengan Washington di tengah situasi perang saat ini.
Dalam wawancara yang disiarkan oleh program Face the Nation di jaringan CBS, Araghchi menegaskan bahwa Iran tetap berada dalam posisi stabil dan mampu mempertahankan diri. “Kami kuat dan stabil. Saat ini kami hanya fokus melindungi rakyat kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman sebelumnya membuat Iran tidak memiliki kepercayaan terhadap proses dialog dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, Trump juga mengungkapkan keraguannya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. Menurutnya, situasi internal Iran menjadi tidak menentu karena banyak pemimpin negara tersebut telah tewas sejak awal konflik.
Serangan besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari disebut-sebut menewaskan sejumlah pejabat penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ali Khamenei, serta puluhan pejabat lainnya.
Meski begitu, Trump tetap berpendapat bahwa Iran sebenarnya memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.
Konflik yang terus berlangsung di kawasan tersebut kini tidak hanya meningkatkan ketegangan geopolitik, tetapi juga memicu gejolak pada pasar energi serta ketidakpastian ekonomi global.