Search

15.349 Jemaah Diberangkatkan ke Saudi Hari Keempat Operasional Haji 2026

JAKARTA, (ERAKINI) - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari keempat operasional. Hari ini, Jumat (24/4/2026) tercatat sebanyak 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam 40 kelompok terbang (kloter).

Dari total tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter dilaporkan telah tiba dengan selamat di Madinah. Menurut Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ichsan Marsha, proses keberangkatan berlangsung lancar dengan peningkatan layanan di berbagai aspek.

"Hingga hari keempat operasional, 40 kloter dengan 15.349 jemaah sudah diberangkatkan, dan 9.884 jemaah telah tiba di Madinah. Kami memastikan seluruh proses berjalan lancar dengan layanan yang terus dioptimalkan,” ujar Ichsan Marsha.

Kemenhaj juga mencatat perkembangan layanan kesehatan di Daerah Kerja (Daker) Madinah. Sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, 2 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). "Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” lanjut Ichsan.

Sementara itu, duka cita disampaikan Kemenhaj atas wafatnya satu jemaah haji asal kloter SOC-3, Rodiyah (68), akibat serangan jantung. Pemerintah memastikan pemenuhan hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji. Terkait kondisi fisik jemaah, Kemenhaj menegaskan kepada PPIH embarkasi untuk meminimalisir kegiatan seremonial saat pelepasan.

Pihak Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang telah berada di Madinah untuk mewaspadai kondisi cuaca yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 25 persen. "Kami mengimbau jemaah menjaga stamina, memperbanyak minum, dan mengikuti arahan petugas. Cuaca cukup panas, sehingga penting menjaga kondisi tubuh,” tegas Ichsan.

Lebih lanjut, Kemenhaj juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan, sebagai bentuk keberpihakan negara dalam pelayanan ibadah haji.