Search

Profil Syekh Ahmad Al Misry, Penceramah Top Asal Mesir yang Ditetapkan Tersangka Pelecehan Seksual

JAKARTA, (ERAKINI) – Bareskrim Polri resmi menetapkan Ustadz SAM alias Syekh Ahmad Al Misry, sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri. Syekh Ahmad Al Misry dikenal sebagai penceramah top asal Mesir.

“Berdasarkan pelaksanaan gelar perkara, penyidik telah menetapkan saudara SAM sebagai tersangka,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (24/4/2026).

Kasus ini bermula dari laporan yang masuk ke Bareskrim Polri pada November 2025. Ustadz SAM diduga melakukan pelecehan seksual terhadap lima santri laki-laki.

Sementara itu, Syekh Ahmad menyatakan bahwa tuduhan pelecehan seksual sama sekali tidak berdasar. Melalui unggahan di media sosial, ia menyebut telah mengantongi bukti-bukti kuat untuk mematahkan laporan polisi tersebut. 

Syekh Ahmad juga mengaku tidak mengenal secara pribadi maupun pernah bertemu dengan pihak-pihak yang selama ini vokal menyuarakan tudingan terhadap dirinya di media sosial. 

Siapa Syekh Ahmad Al Misry?
Nama Syekh Ahmad Al Misry cukup terkenal karena sering mengisi ceramah di berbagai tempat. Syekh Ahmad Al Misry dikenal sebagai pendakwah asal Mesir yang telah lama menetap di Indonesia. 

Ia memiliki gaya ceramah yang tenang, santun, dan mudah dipahami, sehingga membuat banyak jamaah merasa nyaman. Suaranya yang khas serta penyampaiannya yang lembut menjadikannya kerap diundang mengisi kajian di majelis taklim, pesantren, hingga acara keagamaan berskala besar.

Secara penampilan, Syekh Ahmad Al Misry identik dengan jubah putih khas ulama Timur Tengah, sorban, serta jenggot yang tertata rapi. Penampilannya yang bersih dan sederhana kerap menimbulkan kesan kharismatik dan dihormati oleh masyarakat.

Syekh Ahmad Al Misry lahir di Mesir, namun informasi detail seperti tanggal lahir belum banyak dipublikasikan. Syekh Ahmad Al Misry memiliki julukan “Syekh Mesir” di kalangan jamaah karena latar belakangnya tersebut.

Dari sisi pendidikan, Syekh Ahmad Al Misry diketahui lulusan Universitas Al-Azhar, salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling prestisius di dunia. Di sana, ia mendalami berbagai disiplin ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, hadis, hingga tasawuf.

Bekal keilmuan tersebut membuatnya dipercaya mengisi berbagai forum keagamaan. Ia juga pernah tampil sebagai juri dalam program Hafiz Indonesia, menggantikan almarhum Syekh Ali Jaber. Kedekatannya dengan Syekh Ali Jaber turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap kapasitas keilmuannya.

Aktivitas Dakwah di Indonesia
Selama di Indonesia, Syekh Ahmad Al Misry aktif berdakwah di berbagai kota. Ia rutin mengisi kajian di masjid, pesantren, dan majelis taklim. Selain itu, ia juga memanfaatkan platform digital seperti YouTube dan media sosial untuk menyebarkan dakwah, termasuk kajian kitab klasik dan nasihat keagamaan.

Ia juga dikenal terlibat dalam pembinaan santri dan program pendidikan Islam, dengan pendekatan yang sabar dan penuh kelembutan. Namun, informasi mengenai keluarga Syekh Ahmad Al Misry relatif minim. Ia jarang mengungkap kehidupan pribadi, termasuk soal istri dan anak.