JAKARTA, ERAKINI- Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Ardiningsih meninggal dunia pada Sabtu (17/6/2023). Ketua Dewan Pertimbangan Presiden periode 2015-2019 ini dikabarkan menghembuskan napas terakhir di RS dr Sardjito Yogyakarta pukul 18.40 WIB.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan. Doa kita yg terbaik buat Mba Nining. Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghiburan," demikian informasi yang Erakini.id terima dari pegawai Kantor Staf Presiden Sabtu (17/6/2023).
Perempuan kelahiran Solo, 11 Desember 1960 ini setelah lulus dari UGM, bekerja di almamaternya dengan menjadi dosen di FE UGM. Dari sana pendidikannya terus naik. Dia melanjutkan pendidikan S-2 dan S-3 di Amerika Serikat di University of Illinois. Setelah mendapat gelar doktor di bidang ekonomi, Sri menjadi dosen Pascasarjana UGM.
Pemikirannya soal ekonomi sangat mudah dipahami dan aplikatif. Wajar bila dia menjadi rujukan berbagai persoalan tentang ekonomi. Namanya mulai naik ke pentas nasional diawal Era Reformasi pada tahun 1998. Dia menjadi salah satu tim ahli penyiapan materi GBHN bidang Wanhankamnas, anggota pada OMBUDSMAN, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan sebagai Tim Ahli Panitia Ad hoc Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR.)
Sejak itu karier Sri Adiningsih di kampusnya makin naik. Berkat pemikirannya itu, ia didaulat menjadi Kepala Pusat Studi Ekonomi Asia Pasifik UGM. Namanya muncul kembali ke pusaran pemerintah pusat saat Presiden Joko Widodo memintanya untuk menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk periode 2015-2019. Dia menjadi perempuan pertama yang mengepalai lembaga pertimbangan presiden ini.