JAKARTA, (ERAKINI) - Tabrakan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Tol Cipularang arah Jakarta, Kamis (5/3/2028) malam. Kecelakaan di KM 93 itu menewaskan dua orang dan menyebabkan empat lainnya mengalami luka-luka.
Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung, Agni Mayvinna, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 20.18 WIB.
“Kecelakaan melibatkan 10 kendaraan dan sempat menyebabkan seluruh lajur tidak dapat dilintasi,” kata Agni dalam keterangannya.
Berdasarkan keterangan sementara petugas di lapangan, selain dua korban meninggal dunia, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan empat orang mengalami luka berat.
“Seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” ujar Agni.
Petugas dari Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) yang mengelola ruas Tol Cipularang langsung menuju lokasi kejadian bersama Patroli Jalan Raya, kendaraan derek, ambulans, serta Mobile Customer Service (MCS).
Tim di lapangan melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan sekaligus mengatur arus lalu lintas. Pada pukul 20.59 WIB, satu lajur tol sudah dapat dilintasi kembali oleh pengguna jalan. Selanjutnya pada pukul 21.43 WIB, dua lajur telah dibuka sehingga kendaraan dapat melintas secara bertahap.
Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Agni menyampaikan permohonan maaf atas gangguan lalu lintas yang terjadi selama proses penanganan insiden.
“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses evakuasi berlangsung. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, dan mengatur kecepatan saat berkendara di jalan tol,” tukas Agni.
Kronologi
Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengungkapkan, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah masalah pada sistem pengereman kendaraan kontainer. “Diduga kendaraan kontainer bernopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman,” kata Joko.
Ia menjelaskan, kendaraan kontainer itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi mendapati kondisi jalan padat akibat sebuah kendaraan dump truck yang mengalami gangguan.
“Kemudian kontainer tersebut mencoba melakukan pengereman, namun terjadi gangguan sehingga menabrak kendaraan pikap dan memicu kecelakaan beruntun,” tuturnya.