JAKARTA, (ERAKINI)- Sepekan terakhir, beberapa berita Erakini mendapatkan atensi yang cukup tinggi dari para pembaca. Berita-berita tersebut dinilai telah mengagetkan hingga membuat masyarakat merasa miris dan simpati terhadap peristiwa yang terjadi.
Berikut berita pilihan sepekan terakhir yang berhasil dirangkum:
1. Kereta Brantas Tabrak Tronton
Berita yang cukup mengagetkan masyarakat Indonesia sepekan terakhir yaitu kecelakaan truk tronton tanpa muatan versus kereta api di perlintasan Madukoro, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/7/2023).
Peristiwa ini terjadi pada pukul 19.30 WIB. Para penumpang berhamburan keluar saat kereta tersebut tiba-tiba berhenti mendadak yang kemudian mengeluarkan bunyi ledakan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Erakini, peristiwa ini bermula dari tronton mati saat melintas rel kereta api, sementara kereta semakin cepat mendekat. Mengetahui hal ini, sopir truk dan kernet langsung melompat keluar.
Kereta itu diketahui menabrak kepala truk dan menghantam jembatan rel kereta api. Nampak, bagian kepala dan ekor gandengan truk terjepit di mulut jembatan rel jembatan Kanal Banjir Barat.
Tak hanya itu, saat kereta menabrak tronton, terdengar suara ledakan hingga api yang langsung membesar dari kepala truk tersebut.
Salah satu saksi bernama Rudi menjelaskan, saat sedang mengendarai motor bersama anak dan istrinya, dia melihat ada truk di depannya yang berhenti tanpa kendali.
“Saat itu palang keretanya ndak ditutup. Terus ada truk tanpa muatan terlihat mogok di atas rel. Lalu kereta yang melintas menabrak truk hingga menabrak jembatan kereta api dan meledak mengeluarkan kobaran api,” ujarnya.
Atas kejadian ini, jadwal perjalanan KAI sempat tertunda beberapa jam. Selain itu, pihak KAI, kepolisian dan pemerintah setempat langsung mengecek lokasi kejadian dan memastikan dampak yang ditimbulkan dari kejadian ini. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Saat ini, pihak KAI sudah melaporkan sopir yang mengendarai tronton tersebut kepada pihak yang berwajib. Polisi juga sedang mendalami peristiwa kecelakaan tersebut.
2. Tak Hanya TPPU, Panji Gumilang Diduga Korupsi Zakat dan Dana BOS
Kisruh Al-Zaytun nampaknya belum juga menemui titik terang, berita ini membuat gemas sekaligus miris para pembaca Erakini. Pengasuh pesantren yang seharusnya menjadi teladan, eh malah bikin kontroversi berbasis agama. Masalah agama kan sensitif ya.
Setelah kepolisian menyatakan bahwa pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang disangkakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) beberapa waktu yang lalu, kini Bareskrim Polri mendalami transaksi keuangan Panji Gumilang.
Dalam proses pendalaman itu, Bareskrim menemukan dugaan tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penyalahgunaan dana zakat di pondok pesantren itu.
"Didapat dugaan penyalahgunaan yang berindikasi tindak pidana terkait yayasan, tindak pidana penggelapan, tindak pidana korupsi dana bos, hingga tindak pidana terkait penyalahgunaan dalam pengelolaan zakat oleh PG," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Jumat (21/7/2023).
Dia mengatakan, penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) juga telah memeriksa tiga saksi terkait hal itu. Ketiga orang yang diperiksa mengetahui proses penyaluran dana tersebut.
3. WNI Dikeroyok Mahasiswa di Mesir: Dikecam NU, Didampingi KBRI
Ampun Bung Erki, tidak habis pikir ini Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kairo, Mesir. Bukannya saling tolong menolong sesama warga asing di Mesir, eh malah berantem. Akhirnya, jadi panjang kan urusan.
Seorang mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa Indonesia asal Sulawesi, yang sama-sama sedang menjalani studi di Universitas Al-Azhar dengan korban.
Menurut keterangan dari KBRI Kairo yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/7/2023) kemarin, tindakan kekerasan fisik dan verbal itu terjadi setelah turnamen futsal Cordoba Cup di daerah Gamaleya, Kairo, Mesir.
Sejumlah pelajar/mahasiswa Indonesia yang terlibat aksi tersebut adalah dari dua ikatan kekeluargaan, yaitu Kelompok Studi Walisongo asal Jawa Tengah dan Yogyakarta dan Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).
Selanjutnya, KBRI Kairo berupaya mencari jalan keluar melalui cara-cara musyawarah sekaligus menempuh penyelesaian melalui proses hukum. Namun, korban memutuskan untuk menempuh jalur hukum menyusul adanya laporan korban kekerasan lainnya yang sebelumnya dialami oleh kawannya dengan pelaku dari ikatan kekeluargaan yang sama.
Diyakini oleh korban bahwa jalur hukum dapat memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus memutus mata rantai kekerasan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir. KBRI kemudian mendampingi korban untuk melaporkan kasus mereka ke pihak kepolisian Mesir pada Jumat (14/7/2023) lalu.
Terkait ini, Ikatan Keluarga Alumni Nahdlatul Ulama (IKANU) mengecam para pelaku yang telah mengeroyok kadernya. IKANU menyatakan bahwa korban adalah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Mesir.
Sekretaris Jenderal IKANU Anis Masduqi menyebut bahwa pengeroyokan itu dilakukan pelaku pada Rabu (12/72/2023) lalu. Tak tinggal diam, IKANU akan mengawal kasus ini, hingga selesai.
Dalam waktu yang bersamaan, KBRI Kairo menyatakan akan terus melakukan pendampingan terhadap korban. KBRI juga telah berkoordinasi dengan Badan Keamanan Nasional (NS) Mesir sebagai pemangku kewenangan dalam menangani masalah hukum warga negara asing.
Kemudian, pihak kepolisian Mesir telah menyampaikan siap memproses laporan korban dan memberikan pandangan bahwa akan terdapat mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh oleh pelapor maupun terlapor dalam proses penyelidikan dan penyidikan.
4. Kapal Wisata Beserta Sejumlah Penumpang di NTT Dikabarkan Tenggelam
Para pembaca Erakini ikut bersedih atas musibah tenggelamnya kapal wisata yang membawa sejumlah penumpang di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berita ini cukup membuat perasaan para pembaca dipenuhi kekhawatiran, bagaimana dengan nasib para penumpang dan awak kapal.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Pantai Pink, Taman Nasional Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/7/2023) kemarin.
"Iya benar ada satu unit kapal wisata jenis phinisi yang tenggelam di perairan pantai Pink Beach,” kata Kepala Satuan Polair Polres Manggarai Barat AKP I Wayan Merta.
Pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah wisatawan yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal wisata yang bernama KM Teman Baik tersebut.
“Data sementara bahwa ada sembilan wisatawan yang menjadi korban dalam kecelakaan kapal tenggelam tersebut dan mereka warga negara Malaysia yang sedang berwisata,” ujar dia.
Kita doakan mudah-mudahan penumpang dan awak kapal selamat ya Bung Erki.
5. Gugatan ke Mahfud MD Dicabut, Panji Gumilang Kini Bidik Ridwan Kamil
Tuh kan Bung Erki, kelihatannya kisruh Al-Zaytun dan Panji Gumilang masih lama nih. Panji Gumilang kenapa lagi yaa.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang akhirnya mencabut gugatan kepada Menko Polhukam Mahfud MD di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2023). Dalam waktu yang bersamaan, Panji Gumilang juga melayangkan gugatan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Padahal sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD siap bertarung dan berhadapan dengan Panji Gumilang di Pengadilan Jakarta Selatan. Pihak Kuasa Hukum Panji Gumilang, Hendra Effendi menyebut, ada beberapa faktor yang membuat kliennya akhirnya mencabut gugatan yang sebelumnya dilayangkan.
Sementara terkait gugatan ke Ridwan Kamil, Hendra menyatakan bahwa apa yang disampaikan Ridwan Kamil soal kisruh Al Zaytun membuat framing dan tergesa-gesa.
Ridwan juga dinilai kurang hati-hati terhadap program yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penyelesaian polemik Al Zaytun.
"Betul kita gugat karena memang apa yang disampaikan dalam beberapa kesempatan Pak RK (Ridwan Kamil) ini cenderung arahnya kepada mem-framing kemudian dia tergesa-gesa, kurang kehati-hatian terhadap beberapa program yang sudah dilakukan oleh pihak Pemerintahan Jawa Barat," ungkap Hendra, Jumat (21/7/2023).
Ampun makin ramai aja nih.
Demikian Era Sepekan kali ini Bung Erki, semoga semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan yaa. Jangan lupa baca terus Erakini.id, positif memberi arti.
Sampai jumpa!