Search

Profil Prof Musahadi, Pakar Hukum Islam yang Resmi Dilantik sebagai Rektor UIN Walisongo

JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi melantik Prof Musahadi sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan enam pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Mereka terdiri dari empat rektor Universitas Islam Negeri (UIN), satu rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta satu ketua Sekolah Tinggi Agama.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar meminta para pimpinan PTKN yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi teladan di lingkungan kampus.

“Saya harap para rektor yang baru dilantik bisa menjadi contoh dan teladan di kampus, baik dalam urusan ibadah, akademik, maupun sebagai tokoh di masyarakat. Anda adalah yang terbaik di kampus masing-masing,” kata Nasaruddin.

Profil Prof Musahadi

Dilansir dari laman resmi UIN Walisongo Semarang, Prof Musahadi dikenal sebagai akademisi yang telah lama berkiprah di lingkungan kampus tersebut. Ia merupakan guru besar yang dikenal sebagai pakar hukum Islam.

Musahadi lahir di Betahwalang, Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada 9 Juli 1969.

Dalam bidang pendidikan, ia menempuh studi sarjana (S1) di IAIN Walisongo Semarang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister (S2) di IAIN Alauddin Makassar dan meraih gelar doktor (S3) di IAIN Walisongo Semarang. 

Selain pendidikan formal, Musahadi juga pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Islah, Demak.

Sebelum menjabat rektor, Musahadi telah menduduki sejumlah posisi penting di UIN Walisongo. Ia pernah menjadi bagian dari Walisongo Research Institute, menjabat Wakil Rektor I UIN Walisongo Semarang, serta Wakil Dekan I Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang.

Selain aktif di bidang akademik, Musahadi juga memiliki pengalaman dalam berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan masyarakat. 

Di antaranya pelatihan mediasi dan resolusi konflik serta workshop tentang community organizing dan social development.

Di bidang akademik, ia juga menghasilkan sejumlah karya ilmiah. Beberapa di antaranya berjudul Evolusi Konsep Sunnah: Implikasinya pada Perkembangan Hukum Islam (2000), Membangun Negara Bermoral (2004), serta Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia: dari Konflik Agama hingga Mediasi Peradilan (2007).

Selain itu, Musahadi juga terlibat dalam berbagai program kerja sama penelitian atau program cooperation in research activity.