Perlu Solusi Bersama Sikapi Munculnya Ponpes Tanpa Izin di Jateng
Eka Setiawan
SEMARANG, (ERAKINI) – Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Jateng menggelar rapat koordinasi (Rakor) Internal Kewilayahan Kasat Intelkam Jajaran Polda Jateng, Senin (11/8/2025) di Kota Semarang.
Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Bayu Aji melalui sambutan yang dibacakan Wadir Intelkam AKBP Elfian Rudi mengemukakan pihaknya masih menemukan keberadaan pondok pesantren (ponpes) ataupun rumah tahfidz dan sejenisnya yang tidak mempunyai izin operasional berada di wilayah Jateng.
“Mereka eksis dari masa ke masa, masih ditemukan polarisasi masyarakat dengan mindset yang radikal, intoleran bahkan cenderung ekstrem ke aksi teror untuk ekspresinya,” kata dia pada kegiatan tersebut.
Keberadaan ponpes atau rumah tahfidz tanpa izin operasional yang cenderung mengarah ke radikal teror, sebutnya, perlu menjadi kewaspadaan bersama. Sebab, tak jarang keberadaan seperti itu jadi ajang perekrutan anggota baru yang militan dan siap digerakan untuk propaganda tertentu.
“Misalnya terdekat ini untuk mengganggu (perayaan) HUT RI, karena menanggap sistem pemerintahan (di NKRI) tidak sejalan dengan pemikiran mereka,” lanjut dia.
Melalui rapat seperti ini, sebut dia, dengan menghadirkan pula dari pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) baik tingkat kota/kabupaten maupun provinsi, termasuk Badan Kesbangpol Jateng, diharapkan bisa memberikan solusi bagaimana mengatasi persoalan seperti itu.
“Di sisi lain Densus 88/Antiteror pada tahun 2023 – 2025 masih melakukan penangkapan, baik kelompok NII, JAD maupun JI di beberapa wilayah di Jateng. Perekrutannya terstruktur dan masif melalui media sosial,” jelasnya.
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng Amin Handoyo menyebut pihaknya perlu kolaborasi lintas stakeholder untuk persoalan ini. Sebab, salah satu persoalannya, keberadaan ponpes atau sejenisnya yang tidak berizin, tidak bisa diberikan sanksi apapun dari pihaknya.
“Kami dengan teman-teman Densus, melakukan pendampingan ke mereka. Tahun lalu, upacara 17 Agustus kegiatan upacara bendera, kemudian dilanjutkan pendampingan ke sana. Ternyata mereka juga welcome dan kelihatannya tulus,” kata Amin.


















