Kronologi Pergantian Ketua DPD PSI Pemalang Dilakukan Sepihak oleh DPW Jateng
Abdul Rahman Ahdori
PEMALANG, (ERAKINI) - Sejumlah pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Pemalang mengaku kecewa dengan keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah yang menunjuk ketua baru secara tiba-tiba. Pergantian itu dinilai tidak transparan dan mengabaikan semangat keterbukaan yang selama ini diklaim partai.
Sekretaris DPD PSI Pemalang, Agung, mengatakan dirinya menerima informasi pergantian tersebut bukan dari surat resmi, melainkan pesan WhatsApp. Pesan itu dikirimkan oleh Sudarsono, mantan kader PDI Perjuangan, pada 19 Agustus 2025.
Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa Sudarsono akan menggantikan posisi Mukhsinin sebagai Ketua DPD PSI Pemalang.
“Bagi saya, ini aneh untuk partai yang mengklaim sebagai partai terbuka. Bagi partai mungkin biasa mengganti struktur sesukanya atasan, tapi semua itu kan harus ada aturan mainnya. Setidaknya ada tolak ukur apa alasan diganti,” kata Agung saat ditemui, Rabu (27/8/2025).
Agung menilai, di bawah kepemimpinan Mukhsinin, DPD PSI Pemalang sudah berjalan dengan baik. Ia mencontohkan keterbukaan informasi, termasuk soal keuangan partai, yang dinilainya transparan. Selain itu, pengurus saat ini juga berhasil memperluas basis partai hingga tingkat ranting serta ikut memenangkan Pilkada di Pemalang.
Namun, keputusan pergantian dianggap sepihak karena surat resmi dari DPW PSI Jawa Tengah baru keluar pada 25 Agustus 2025, atau enam hari setelah pesan WhatsApp beredar.















