Ridwan Kamil-Siswono dan Pramono Anung-Rano Karno saat debat kedua Pilkada Jakarta 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Minggu (27/10/2024) malam. Foto: YouTube KPU DKI
"Dalam catatan saya dari 2012 sampai 2017, Indeks pembangunan ManusiaBanten tidak naik. Yang terjadi bukan stabil malah turun 0,07, apa kendalanya, apa permasalahannya sehingga hal itu yang sangat disesalkan bisa terjadi?" tanya RK saat debat keduaPilkada Jakarta 2024 di Beach City International Stadium, Ancol, Minggu (27/10/2024) malam.
Mendapat pertanyaan itu, Rano Karno yang akrab disapa Si Doel beralasan kondisi geografis Banten membuat
koordinasi menjadi menjadi kendala.
"Kang Emil mungkin pura-pura enggak tahu padahal dia tahu. Kang, saya jadi gubernurBanten cuma 1 tahun Kang. Saya 2012 sampai 2013 jadi wakil gubernur, 2013 sampai 2015 jadi Plt gubernur, saya jadi gubernur hanya 1 tahun," jawan Rano.
"Banten ini aneh kang, sejak dia lepas dari Jawa Barat tahun 2000 tanggal 4 Oktober 2000, sampai hari ini mungkin akan bisa cek Kapolda di Banten itu ada dua, KapoldaBanten dan Kapolda Metro. Pangdamnya juga dua Kang, Pangdam Siliwangi dan Pangdam Jaya. Akang bisa bayangin bagaimana saya berkoordinasi dengan situasi seperti itu," tambah Rano.
Meski begitu, Rano mengaku bersyukur saat menjadi GubernurBanten mendapat dukungan proyek nasional dari pemerintah pusat.
"Singkat katakan Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, Kota Tangerang, itu sudah established sebagai sebuah population. Tapi Pandeglang Lebak harus diakui jujur (masih tertinggal). Karena itu saya bersyukur Presiden Jokowi memberikan 13 proyek nasional kepada provinsi Banten," katanya.
"Yang pertama adalah Bandara Soekarno-Hatta, itu diakui sebagai bandara Banten bukan bandara Jakarta. Kemudian Tol Serang-Panimban,g itu juga diberikan oleh Provinsi Banten. Artinya Banten tuh secara teritori sejahtera ada di Tangerang Raya, cuman daerah Pandeglang Lebak tentu sulit untuk dikembangkan. Tapi alhamdulillah dengan diberikannya kawasan ekonomi khusus yang ada di Tanjung Lesung Insya Allah Banten segera bisa mengejar indeks yang akang impikan itu tadi, mungkin itu jawabannya terima kasih," katanya.
Mendapat penjelasan Rano, RK lalu membandingkan pretastinya saat menjadi Gubernur Jawa Barat (Jabar). Dimana IPM Jabar naik dengan kondisi masalah geografis yang sama dengan Banten.
"Saya bertanya ini karena survei mengatakan rakyat Jakarta butuh pemimpin berpengalaman. Saya juga sama bang, Pangdamnya dua, Siliwangi dan Jaya untuk Bekasi dan Depok. Kapoldanya juga dua, Depok dan Bekasi (di bawah) Polda Metro, sisanya Kapolda Jawa Barat," jelasnya.
"Tugas pemimpin adalah berkoordinasi.Apalagi tadi disampaikan fakta sudah dikasih begitu banyak proyek strategis nasional dari Pak Jokowi, tapi saya lihat catatan IPM turun, bukannya naik. Tingkat pengangguran terbukanya hanya turun 0,8, saya 5 tahun naik 3%, desa tertinggal masih ada di akhir jabatan abang 48 desa tertinggal," tambahnya.
Maka itu, bagi RK menjadi pemimpin tidak perlu menyalahkan pihak lain atas ketidakberhasilan.
"Poin saya, menjadi pemimpin tidak harus selalu mencari alasan-alasan ke orang lain. Mudah-mudahan kalau terpilih kita fokus Jakarta lebih baik di pasangan kita atau abang, terima kasih," tutupnya.
Menanggapi jawaban RK, Rano pun mengungkapkan bahwa pasangannya Pramono Anung jauh lebih unggul pengalaman di bidang pemerintahan, sehingga diharapkan dapat mengubah Jakarta jauh lebih maju.
"Makanya saya minta Pak Pramono menjadi gubernur. Mudah-mudahan bisa mengubah Jakarta jauh lebih maju," kata Rano.
Si Doel pun yakin bersama Pramono Anung mereka dapat mengubah kampung halamannya Jakarta. "Kalau saya bisa membenahi kampung orang di Banten, masa saya tak bisa membenahi kampung saya sendiri di Jakarta. Kalau saya tudak bisa membenahi kampung saya di Jakarta, saya tidak akan maju jadi wakil gubernur," tutupnya.