Selain Dikepung Banjir, Semarang Juga Dilanda Bencana Tanah Longsor, Ada 10 Titik Terdampak
Akhmad Baihaqi Arsyad






Berdasarkan monitoring satelit klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per pukul 20.50-23.45 WIB, wilayah dengan dampak cuaca ekstrem ini terpantau meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan bahwa hujan turun di Kota Semarang sejak Rabu (13/3/2024) siang hingga malam hari. Saat dihubungi tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Pusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada pukul 22.35 WIB, Endro mengaku kondisi cuaca masih turun hujan.
“Ya (masih turun hujan-red),” jelas Endro singkat, Rabu (13/3/2024).
Hasil kaji cepat sementara BPBD Kota Semarang, cuaca ekstrem tersebut selain memicu banjir di sejumlah titik, juga memicu kejadian bencana lainnya seperti tanah longsor hingga angin kencang yang berdampak pada kerusakan bangunan rumah milik warga.
Berikut rincan titik yang terdampak bencana tanah longsor:
1. Tanah longsor di wilayah Jl. Srikaton barat RT 2 RW 6 Kelurahan Purwoyoso,
2. Talud Longsor RT 1 RW 7 Kelurahan Sendangmulyo,
3. Talud Ambrol Ngaglik Lama RT 3 RW 5 Kelurahan Bendungan,
4. Tanah Longsor Jl. Jomblang Perbalan RT 1 RW 2 Kelurahan Candi,
5. Tanah Longsor Jl. Gombel Lama RT 5 RW 5 Kelurahan Tinjomoyo,
6. Longsor Lempongsari RT 6 RW 1 Kelurahan Lempongsari,
7. Longsor di rumah di Kampung Baru RT 1 RW 15 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari
8. Talud ambrol di Jl. Ngesti Waluyo Kelurahan Mlatibaru,
9. Talud belakang rumah longsor di Jalan Saputan Barat, RT 3 RW 13 Kelurahan Jomblang,
10. Longsor RT 04 RW 09 Kelurahan kembangarum.

