Search

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Riau

RIAU, (ERAKINI) – Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Saat ini terdapat empat titik api yang masih dalam proses pemadaman dan pendinginan oleh petugas di lapangan.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Peduli Api (MPA) bekerja secara intensif untuk memastikan api segera terkendali dan tidak meluas ke wilayah lain.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau,Jim Ghafur, menjelaskan empat titik karhutla tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Bengkalis.

“Titik api yang masih ditangani ada empat lokasi. Tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kabupaten Bengkalis,” kata Jim Ghafur, Selasa (10/3/2026).

Ia merinci, tiga titik kebakaran di Kabupaten Indragiri Hilir berada di Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling; Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung; serta Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran. Sementara satu titik lainnya terdeteksi di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat.

Menurut Jim, hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat oleh tim gabungan yang telah berada di lokasi kejadian. Proses pemadaman sekaligus pendinginan terus dilakukan guna memastikan api benar-benar padam.

“Petugas di lapangan masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Seluruh tim gabungan terus bekerja agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan helikopter *water bombing* dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih dalam proses penyiapan dan belum tiba di Provinsi Riau. Karena itu, upaya pemadaman saat ini masih mengandalkan kekuatan personel dan peralatan darat.

“Untuk saat ini pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat. Bantuan helikopter *water bombing* dari BNPB belum sampai di Riau,” jelasnya.

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait juga terus memantau perkembangan di lapangan secara intensif guna memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif.

BPBD Riau mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama karena sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Saat ini Riau mulai memasuki musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan cukup tinggi dan bisa cepat meluas,” tegas Jim.

Melalui kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan potensi karhutla dapat segera dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.