Kasus Karhutla Masih Tinggi, BNPB Minta Warga Tak Asal Bakar Lahan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Memasuki pekan pertama bulan September, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi peristiwa paling dominan yang dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam periode pemantauan hingga Kamis (4/9/2025) pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah kejadian kebakaran lahan di berbagai wilayah, terutama di Pulau Jawa dan Sumatera.
Kebakaran Lahan Meluas di Lumajang dan Mojokerto
Insiden pertama terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Padang, pada Selasa (2/9/2025). Kebakaran melanda sekitar 10 hektare lahan tebu, dan hingga kini penyebabnya masih dalam penyelidikan. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang dan pemadam kebakaran setempat langsung melakukan pemadaman melalui jalur darat. Berkat upaya cepat, api berhasil dikendalikan dalam waktu dua jam setelah laporan pertama diterima.
Masih di wilayah Jawa Timur, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto juga mengalami kebakaran serupa pada malam harinya pukul 19.15 WIB. Kali ini, dua hektare lahan tebu terbakar. BPBD Mojokerto bersama tim pemadam mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WIB, setelah upaya intensif pemadaman selama dua jam lebih.
Sumatera Utara Juga Terdampak Karhutla

















