Miris! Pelajar di Sukabumi Ini Harus Bertaruh Nyawa agar Bisa Sekolah
Thomas Pulungan
SUKABUMI, (ERAKINI) - Sungguh miris melihat perjuangan pelajar dari Desa Neglasari dan Bantarpanjang, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini. Mereka harus bertaruh nyawa setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah.
Mereka terpaksa menyeberangi Sungai Cikaso dengan cara bergelantungan di jembatan yang sudah rusak parah dan hampir putus. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung antara kedua desa tersebut mengalami kerusakan serius akibat banjir bandang beberapa bulan lalu, namun sampai sekarang belum mendapat perbaikan.
Kondisi ini membuat para pelajar dari tingkat SD hingga SMA terpaksa menggunakan sisa-sisa besi jembatan untuk menyeberangi sungai, demi menghemat waktu yang cukup signifikan.
"Jembatan penghubung antara Desa Neglasari dan Bantarpanjang ini merupakan akses utama masyarakat, termasuk para pelajar. Sayangnya, kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat berbahaya bagi mereka yang menyeberang," ujar Kepala Desa Neglasari, Rahmat Hidayat, Selasa (23/7/2024), dikutip dari Antara.
Menurut Rahmat, meskipun kondisinya sudah sangat memprihatinkan, jembatan tetap menjadi akses utama masyarakat yang ingin menyeberang dari Desa Neglasari ke Bantarpanjang maupun sebaliknya.
Ia pun merasa khawatir melihat para pelajar bergelantungan di sisa besi pijakan jembatan itu, karena bisa terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjatuh ke aliran sungai berarus deras tersebut.


















