Gawat! Indonesia Bisa Kekurangan Guru Sekolah Gara-gara Cleansing Honorer
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia terancam kekurangan tenaga pengajar akibat kebijakan cleansing guru honorer.
Komisi X DPR RI mewanti-wanti kebijakan ini jangan sampai merugikan siswa.
“Kebijakan cleansing guru honorer bisa menyebabkan kekurangan guru di sekolah yang pada akhirnya mengganggu proses belajar mengajar," ujar Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/7/2024).
Menurut dia, kebijakan cleansing guru honorer sebagaimana dilakukan Pemprov DKI Jakarta, pada akhirnya akan merugikan peserta didik, terutama di saat mereka baru baru memasuki tahun ajaran baru seperti sekarang.
Dede menyoroti penggunaan kata cleansing untuk penataan guru honorer. Istilah cleansing terhadap para guru honorer dianggap kurang humanis.
"Cleansing itu kata yang terlalu sadis, cleansing itu kan pembersihan atau seperti membasmi. Itu tidak boleh," tandasnya.
Untuk itu, Dede meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan pihak-pihak terkait agar segera duduk bersama untuk mencari solusi bagi nasib guru honorer yang mengalami cleansing.
Sementara Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai kebijakan cleansing guru honorer.
"Kami sangat memahami bahwa kebijakan ini memiliki dampak yang signifikan bagi para guru honorer. Komisi X DPR RI sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk memahami dampak penuh dari kebijakan ini," kata Hetifah.
















