Korban Meninggal Ponpes Al Khoziny Ambruk di Sidoarjo Bertambah Jadi 3 Orang
Abdul Rahman Ahdori
SIDOARJO, (ERAKINI) - Jumlah korban meninggal akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, kembali bertambah. Hingga Selasa (30/9/2025), tercatat 3 santri meninggal dunia.
Pada Senin (29/9/2025), seorang santri atas nama Ibrahim meninggal karena terjebak reruntuhan. Adapun 2 santri lain yang meninggal pada Selasa (30/9/2025) adalah Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya, serta Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan jumlah korban luka yang terdata mencapai 79 orang. Rinciannya, 34 orang dirawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dan 45 orang di RS Siti Hajar.
“Baik, sejauh ini kami melakukan pendataan dari data yang ada, ada kurang lebih 79 korban, terbagi di dua RS. Di RS Siti Hajar ada 45 korban kemudian RSUD Sidoarjo ada 34, secara keseluruhan 79,” kata Jules seperti dilansir dari media Polri.
Jules menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait masih terus melakukan koordinasi, termasuk dengan pihak pesantren, untuk memastikan jumlah korban.
“Kami berharap kalau pun masih ada korban di reruntuhan dapat segera dievakuasi dan diberikan pertolongan secepatnya,” kata dia.
Selain itu, posko gabungan dan posko kesehatan telah disiapkan di sekitar lokasi kejadian. Posko tersebut difungsikan untuk melayani keluarga santri yang membutuhkan informasi maupun pemeriksaan kesehatan.
“Perlu saya informasikan bahwa saat ini sudah ada posko gabungan yang bertempat tidak jauh dengan Ponpes Al Khoziny, serta posko kesehatan untuk pemeriksaan apabila ada wali santri yang kelelahan atau korban yang perlu perawatan,” ucap Jules.
















