Polisi sedang olah TKP pembunuhan Sandy Permana (Foto: Ist)
BEKASI, (ERAKINI) - Sosok diduga pelakupembunuhan terhadap artis Sandy Permana pada Minggu (12/1/2025) yakni Nanang Irawan alias Gimbal belum berhasil ditangkap aparat kepolisian. Nanang Gimbal (45) merupakan tetangga korban di Perumahan TNI/Polri Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kapolsek Cibarusah AKP Yandrizen mengungkapkan pelaku cukup lincah dari kejaran polisi. Menurut dia, saat ini kepolisian dari Polres Metro Bekasi dan Polsek Cibarusah, dibantu oleh tim Polda Metro Jaya, sedang berusaha menangkap pelaku yang berhasil melarikan diri.
"Anggota kami di lapangan sedang bekerja, mohon doanya agar cepat terungkap," ungkap Yandrizen katanya, Senin (13/1/2025).
Yandrizen juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Ia mengatakan, beberapa barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian dan rumah terduga pelaku yang berjarak hanya 20 meter dari rumah korban.
Selain itu, sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap lebih lanjut kasus ini. Penyelidikan terus dilakukan untuk mencari pelaku dan mengungkap motif di balik pembunuhan tersebut.
Sebelumnya, nasib nahas dialami oleh pesinetron ‘Mak Lampir’ atau Misteri Gunung Merapi yang tayang tahun 1999 hingga 2000-an, Sandy Permana. Pria yang tinggal di Perumahan TNI/Polri, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tewas ditikam tetangganya pada Minggu (12/1/2025).
Ketua RT setempat, Sudarmaji mengatakan, korban tewas usai ditikam tetangganya sendiri yang merasa dendam karena konflik saat Rapat Warga, beberapa saat sebelum kejadian. Dia menyebut, pria yang berperan sebagai Arya Soma dalam sinetron berjudul Misteri Gunung Merapi itu diduga tewas karena kehabisan darah.
“Peristiwa terjadi pada Minggu (12/1/2025) sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu korban yang mengendarai sepeda listrik hendak ke rumahnya usai memberi pakan ternak dihampiri oleh terduga pelaku,” katanya kepada wartawan.
Ia mengatakan, korban tiba-tiba ditikam menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka-luka. Sementara pelaku langsung melarikan diri.
Menurut Sudarmaji memang sebelum terjadi penikaman hingga berujung korban tewas, sempat ada rapat warga di lingkungan korban. Saat itu terjadi perdebatan antara korban dan terduga pelaku.
Sudarmaji tidak mengetahui pasti luka-luka pada jasad korban yang disebabkan tikaman senjata tajam. Namun dari informasi yang dia terima, korban mengalami luka tusukan di bagian pinggang, pipi, kepala dan leher.
"Infonya (korban ditikam) di badan samping, pipi, kepala atau di leher, tiga titik katanya," ucapnya.
Korban yang mengalami luka tusukan kemudian menghampiri rumah seorang warga yang berprofesi sebagai perawat. Tidak lama kemudian korban dilarikan ke RSUD Cileungsi dan selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk kepentingan penyelidikan.