Bupati Pati Sudewo (berbatik) saat menolak demonstrasi (Foto: Ist)
PATI, (ERAKINI) - Bupati Pati, Sudewo, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video pernyataannya soal demonstrasi warga viral di platform seperti TikTok dan X (dulu Twitter).
Dalam video tersebut, Sudewo terlihat menanggapi aksi protes warga yang menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan nada yang dinilai menantang. Dia bahkan menyatakan siap menghadapi 50.000 pendemo.
Adapun kebijakan yang memicu kontroversi itu menyangkut kenaikan tarif PBB-P2 hingga 250 persen. Kenaikan ini diputuskan dalam rapat intensifikasi pajak yang digelar di Kantor Bupati Pati bersama para camat dan anggota Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Pati (Pasopati).
Melalui laman resmi Humas Pemerintah Kabupaten Pati, Sudewo menyampaikan bahwa penyesuaian tarif PBB-P2 dilakukan demi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), yang kemudian digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
"Penerimaan PBB kita baru Rp 29 miliar. Padahal potensi geografis Pati lebih besar,” ujar Sudewo.
Dia juga membandingkan penerimaan pajak daerah Pati dengan kabupaten tetangga seperti Jepara, Kudus, dan Rembang yang dinilainya lebih optimal dalam menggali potensi pajak.
Namun, kebijakan tersebut langsung menuai penolakan dari masyarakat. Warga menilai kenaikan pajak tersebut sangat memberatkan, terutama karena dilakukan secara tiba-tiba dan minim sosialisasi.
Sudewo resmi menjabat sebagai Bupati Pati sejak 20 Februari 2025. Ia menggantikan Haryanto yang sebelumnya memimpin daerah di wilayah timur Jawa Tengah itu.
Pria kelahiran Pati, 11 Oktober 1968, ini merupakan kader Partai Gerindra. Sebelum menjadi bupati, ia dikenal sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah III, yang meliputi Kabupaten Grobogan, Blora, Rembang, dan Pati.
Sudewo menjabat di DPR RI selama dua periode, yakni 2009–2013 dan 2019–2024. Selama masa jabatannya, ia bertugas di Komisi V yang membidangi infrastruktur, perhubungan, pembangunan desa, dan transmigrasi.
Karier politik Sudewo dimulai dari Partai Demokrat. Ia bergabung dengan Partai Gerindra pada 2013. Pada tahun itu pula, ia sempat kehilangan kursi di DPR RI dan digantikan oleh Ida Riyanti. Namun, ia kembali terpilih untuk periode 2019–2024.
Kini, Sudewo memimpin Kabupaten Pati bersama wakilnya, Risma Ardhi Chandra. Ia tercatat sebagai Bupati Pati ke-42 dan menyatakan komitmennya untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan.
LatarBelakangPendidikandanKeluarga
Sudewo menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Sebelas Maret (UNS) dan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Diponegoro. Ia menyandang gelar Sarjana Teknik (S.T.) dan Magister Teknik (M.T.).