Mengenal Sosok Mbok Yem, Legenda Gunung Lawu dan Cerita Berkesan Para Pendaki
Thomas Pulungan
MAGETAN, (ERAKINI) - Di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl), terdapat sebuah warung kecil yang melegenda. Di sanalah, selama lebih dari empat dekade, Mbok Yem, dengan hangat selalu menemani pendaki yang letih, kedinginan, dan lapar di puncak Gunung Lawu, perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kini, sosok legendaris itu telah tiada. Pemilik nama asli Wakiyem itu menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 23 April 2025, di rumahnya Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan. Sebelum meninggal ia sempat dirawat di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo akibat penyakit pneumonia yang dideritanya sejak awal Februari.
Bagi kalangan pendaki, nama Mbok Yem bukan sosok yang asing lagi. Ia adalah ikon Gunung Lawu, sahabat perjalanan spiritual dan fisik para petualang yang menapaki jalur Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang.
Salah satu pendaki asal Jakarta yang sering mampir di warung Mbok Yem, Preti Prasanti, mengaku almarhumah merupakan sosok legenda. Mbok Yem dikenal 'galak' namun orang-orang berkesan terhadapanya dengan keibuannya.
"Galak tapi sayang sama pendaki," ujarnya kepada Erakini.


















