Lucky Hakim Diperiksa Kemendagri terkait Pelesiran ke Jepang, Dicecar 43 Pertanyaan
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Bupati Indramayu Lucky Hakim diperiksa selama dua jam oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pelesirannya ke Jepang saat libur Lebaran 2025. Selama pemeriksaan, Lucky ditanya sebanyak 43 pertanyaan mengenai perjalanan tersebut.
“Ada sekitar 43 pertanyaan, ada dua jam lebih tadi terkait tentang berangkat secara umum, kapan berangkatnya, lalu fasilitas apa yang saya gunakan,” ujar Lucky usai pemeriksaan di Kantor Kemendagri, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (8/4/2025).
Lucky menjelaskan bahwa perjalanan ke Jepang berlangsung dari 2-7 April 2025 dan dibiayai dengan uang pribadinya. "Saya berangkat dari tanggal 2 April dan kembali sampai di Indonesia tanggal 7 April, tidak menggunakan fasilitas negara, uang pribadi, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pemda di hari cuti bersama," ungkap Lucky.
Selama pemeriksaan, Inspektorat Jenderal Kemendagri meminta Lucky untuk menjelaskan sumber dana perjalanan luar negeri tersebut. Lucky menegaskan bahwa perjalanan itu dibiayai sepenuhnya dengan uang pribadi.
"Saya tunjukkan bukti-buktinya, bahwa ini saya beli tiket pribadi saya, di sana pun berangkat bersama keluarga. Jadi, tidak membawa ajudan, aspri, atau staf khusus, sama sekali," tegasnya.
Meski tidak mengantongi izin dari Menteri Dalam Negeri, Lucky mengklaim bahwa perjalanan tersebut tidak mengganggu tugasnya sebagai Bupati. Ia menjelaskan bahwa pada hari pertama dan kedua Lebaran, ia masih bekerja, karena saat itu cuti bersama sudah berlaku.
"Saya pergi dari tanggal 2, itu kan berarti H+2 sampai sebelum hari ini. Hari pertama kerja, saya berfikir bahwa itu adalah bukan hari kerja," tuturnya.
Lucky mengakui kesalahan tersebut. Namun ia menegaskan bahwa perjalanan dilakukan setelah Pendopo Bupati dalam kondisi sepi. Lucky juga menyatakan bahwa selama Lebaran, ia masih menerima tamu di Pendopo dan menyelesaikan beberapa urusan penting.


















