Indramayu Diterjang Banjir Rob, Ribuan Rumah Tergenang dan 4.354 Warga Terdampak
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Banjir rob yang disebabkan oleh gelombang pasang air laut menerjang Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat sejak Jumat (13/12/2024), sekitar pukul 04.30 WIB, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Banjir ini merendam wilayah Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Cantigi, menyebabkan kerusakan pada rumah dan lahan pertanian, serta mengganggu kehidupan ribuan warga.
Sebanyak 4.354 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini dan ribuan rumah di 3 desa yaitu Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon dan Desa Kertawinangun tergenang air dengan kedalaman antara 30 cm hingga 1,10 meter.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Ia mengatakan bahwa air banjir tersebut mulai surut pada Selasa (17/12/2024) sore hari. Namun, pasang air laut kembali terjadi pada pagi ini, Rabu (18/12/2024).
“Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, sebanyak 4.354 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini, dengan rincian 2.854 KK di Kecamatan Kandanghaur dan 1.500 KK di Kecamatan Cantigi. Di Kecamatan Kandanghaur, Desa Eretan Wetan dan Eretan Kulon menjadi yang paling parah, dengan lebih dari 2.300 rumah terendam. Sementara di Kecamatan Cantigi, desa-desa seperti Cemara dan Cangkring juga mengalami kerusakan signifikan,” kata Abdul Muhari dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (19/12/2024).
Selain permukiman, lahan sawah di Desa Bulak juga terendam, dengan sekitar 100 ha di antaranya merupakan lahan produktif yang terdampak akibat jebolnya tanggul Sungai Bendo di pintu saluran pembuangan yang tidak berfungsi, menyebabkan air rob meluap.
















