Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) membulatkan dukungan ke KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) untuk maju menjadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031. (Foto: PWNU Jatim).
SURABAYA, (ERAKINI) – Peta persaingan menuju kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 mulai mengerucut. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi memberikan penugasan kepada Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa , untuk maju sebagai calon PBNU dalam Muktamar ke-35 yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada 27–31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut merupakan hasil rangkaian rapat Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur yang kemudian diperkuat dalam rapat koordinasi antara PWNU dan PCNU se-Jawa Timur di Surabaya. Dari total 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur, sebanyak 42 PCNU menyatakan dukungan terhadap penugasan tersebut.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah kehendak individu maupun kelompok tertentu, melainkan hasil musyawarah yang telah dilakukan secara berulang oleh jajaran pengurus wilayah dan cabang.
“Jadi, penugasan Kiai Kikin itu bukan kehendak PWNU atau pribadi, tapi kesepakatan dalam beberapa kali rapat harian PWNU dan rapat koordinasi dengan PCNU kali ini juga sepakat untuk satu barisan,” kata KH Abdul Matin Djawahir dalam taujihad pada rapat koordinasi PWNU-PCNU se-Jatim.
Kiai Matin dalam rapat koordinasi yang tak dihadiri tiga PCNU Kepulaun yakni Bawean, Kangean, dan Masalembu itu menjelaskan alasan penugasan Kiai Kikin antara lain Kiai Kikin tidak minta penugasan itu tapi penugasan itu dari kesepakatan bersama, juga Kiai Kikin ingin mengembalikan NU pada pedoman Qanun Asasi yang dirumuskan KHM Hasyim Asy’ari.
“Selain dzurriyah, Kiai Kikin juga memiliki pengalaman organisasi di PBNU dan PWNU, juga beliau memiliki pengalaman yang lengkap dalam organisasi, kaderisasi, pesantren, bisnis, jadi secara ekonomi juga sudah selesai, sehingga tidak memikirkan untung dalam organisasi, tapi justru memikirkan upaya menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” katanya.
Selain penugasan Kiai Kikin, pertemuan koordinasi menjelang muktamar itu juga mengusulkan 16 nama kyai/ulama yang masuk AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) atau masyayikh yang berhak memilih Rais Aam Syuriyah PBNU dan menjadi penasehat ketika Rais Aam memilih sejumlah bakal calon Ketum PBNU.
Adapun ke-16 ulama AHWA usulan PW Jatim bersama PCNU se-Jatim di antaranya KH Anwar Mansyur (Jatim), KH Makruf Amin (Banten), KH Nurul Huda (Jatim), KH Mustofa Bisri (Jateng), KH Miftahul Ahyar (Jatim), KH. Anwar Iskandar (Jatim), KH Afifuddin Muhajir (Jatim), KH. Said Aqil Siroj (Jakarta), KH Tuan Guru Turmudzi (NTB), KH Buya Muhtadin (Banten), KH Wildan (Kalsel), Tengku KH. Nailuzzahri (Aceh), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Jateng), KH Zaunul Abidin (Sulsel), KH Khozien Adnen (Sumbar), dan KH Ali Akbar Marbun (Sumut).
Sementara itu, Kiai Kikin menanggapi penugasan PWNU dan PCNU se-Jatim tersebut, menyatakan bahwa hal yang terpenting adalah dirinya tidak minta atau mencalonkan diri, tapi ditugaskan, sehingga harus menerima Amanah dengan sebaik mungkin. “Saya akan meneruskan tradisi para muassis dalam membangun NU dengan jiwa dan raga, bukan sekadar aturan tapi konflik,” katanya.
Menurut Kiai Kikin pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu, NU akan menjadi kekuatan seperti dulu bila menggunakan Qanun Asasi sebagai pedoman berorganisasi, bukan sekadar aturan yang justru memicu perselisihan. “Para muassis mengajak kita untuk menyatu di dalam NU, bahkan para arwah juga diajak menyatu di dalam NU,” katanya.
Terkait penugasan itu, Kiai Kikin menambahkan dirinya akan menerima sebagai amanah, meski berat dalam pertanggungjawaban akhirat, karena itu diharapkan pemberi penugasan juga turut bertanggungjawab agar kepemimpinannya semakin baik dan bukan semakin rusak. “Kalau kita semua menyatu, inSyaAllah nggak ada perselisihan,” katanya.