Rest Area 260 B: Eks Pabrik Gula Pemburu Berkah
Ishaq Zubaedi Raqib
BREBES, (ERAKINI) - Mudik lebaran selalu jadi momentum yang ditunggu-tunggu para perantau saat bulan Ramadan akan berakhir. Mereka mengikhtiarkan apa saja, mengumpulkan bekal, menyiapkan segalanya, jauh sebelum ritual mudik datang. Termasuk titik-titik mana saja yang akan dijadikan tempat singgah selama perjalanan menuju kampung halaman.
Salah satunya adalah sebuah titik tak jauh dari Jakarta, yakni daerah Brebes, Jawa Tengah. Seperti titik-titik tujuan wisata lainnya di Indonesia saat mudik, Rest Area KM 260 B adalah tujuan singgah banyak pemudik. Persis seperti di Merak menuju Lampung. Atau Palabuhan Gilimanuk Bali ke Banyuwangi. Atau dari Surabaya ke Madura melewati jembatan nasional, Suramadu.
"Rest area ini, bukan semata titik kumpul mereka yang akan mudik ke Jawa Tengah, Yogya, dan Jawa Timur serta Madura. Para pemudik pasti butuh istirahat setelah perjalanan panjang. Apalagi jika lepas dari kemacetan dan kepenatan," kata Dina Yunanda, direktur Rest Area 260 B, berkisah kepada para pemudik di area parkir di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).

Ia lalu bercerita betapa menyenangkan dapat berkhidmah kepada para pemudik. Ia ditugasi merevitalisasi kawasan bekas pabrik gula era VOC itu jadi area wisata yang khas. Dinding sejumlah bangunan dibiarkan apa adanya, sewarna batu bata. Masjid yang eksotis, pusat kuliner dan pusat jajanan serba ada, area parkir yang luas, atau akses keluar lewat kampung sebelah.
Yang tak kalah menarikya, di rest area ini, tentu selain karena ketersediaan pompa BBM yang sangat memadai, juga adanya sebuah hotel transit berkelas internasional. Dina lalu berkisah, betapa tebal keberkahan yang dapat dinapaktilasi di rest area yang dikelolanya. Dia dengan bangga bercerita bahwa, mantan Ibu Negara Nyai Shinta Nuriyah dan rombongan pernah menginap di hotel itu.

















