Jalur Pantai Utara (Pantura) di wilayah Cirebon, Jawa Barat, macet parah imbas pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way dari Tol Kalikangkung hingga Tol Cikampek. Foto: Antara/Fathnur Rohman
Untuk mengurai kemacetan, Polres Cirebon Kota memberlakukan sistem buka tutup di beberapa titik ruas jalan. Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan secara situasional, dengan fokus pada titik-titik rawan kemacetan, seperti perempatan yang sering menjadi penyebab macet.
“Fokus kami adalah menjaga kelancaran lalu lintas serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar.
Pihaknya menyiagakan personel gabungan dari Satlantas Polres Cirebon Kota dan instansi terkait di titik-titik strategis untuk memantau dan mengatur arus kendaraan secara fleksibel.
Selain itu, Polres Cirebon Kota juga menyediakan jalur alternatif dan rambu petunjuk arah untuk membantu kelancaran pergerakan kendaraan yang melintas, baik dari arah barat menuju timur atau sebaliknya.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengendara, terutama pemudik yang akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada masa arus balik Lebaran ini.
Polres Cirebon Kota juga menyiapkan layanan bantuan darurat bagi masyarakat, khususnya bagi kendaraan yang membawa orang sakit atau ambulans yang membutuhkan pengawalan di jalur Pantura. Masyarakat dapat menghubungi layanan hotline 110 secara gratis jika membutuhkan bantuan atau dalam situasi darurat medis.
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mencatat lonjakan volume kendaraan yang melintas di jalur Pantura, mencapai 3.439 kendaraan per jam pada Minggu siang atau H+5 Lebaran.
Kepala Dishub Kota Cirebon, Andi Armawan, mengatakan bahwa peningkatan volume kendaraan ini dipicu oleh pengalihan arus kendaraan yang seharusnya melintas di jalan tol, namun teralihkan ke jalur arteri selama penerapan sistem one way.
"Sejak pukul 00.00 WIB hingga 14.00 WIB, lebih dari 82.000 kendaraan bergerak dari arah Cirebon menuju Jakarta melalui jalur Pantura," ujar Andi.
Hanya, ia mengungkapkan bahwa kendaraan roda dua mendominasi arus lalu lintas, dengan jumlah mencapai 75.000 kendaraan.
Pihaknya melakukan penutupan sementara beberapa titik putar balik (u-turn) di sepanjang Jalur Pantura guna menghindari penumpukan kendaraan.
Dishub Kota Cirebon juga memfasilitasi akses kamera pengawas (CCTV) yang dapat dipantau secara real-time untuk memantau situasi lalu lintas dan memberikan informasi langsung kepada masyarakat. "Kami telah menyediakan CCTV yang dapat diakses masyarakat untuk memantau situasi arus lalu lintas secara langsung," kata Andi.
Dishub mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti petunjuk petugas di lapangan selama periode arus balikLebaran 2025. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kemacetan dan memastikan perjalanan mudik berlangsung lancar dan aman.