PKB Jateng Perkuat Data Ilmiah, Konsisten Tolak Full Day School
Muhammad Slamet
SEMARANG (ERAKINI) - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menyiapkan data ilmiah dan akademis untuk menegaskan bahwa program Full Day School (FDS) memberikan dampak negatif. Utamanya terhadap keberadaan Madrasah Diniyah (Madin) di provinsi ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah saat berdiskusi bersama Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW - FKDT) Jawa Tengah di kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Rabu (27/8).
“Kita akan menggandeng lembaga survei untuk memperkuat data akan dampak FDS ini,” ujar Sarif Abdillah.
Sarif menegaskan, dengan data yang akurat, maka upaya penolakan FDS akan disertai dengan bukti yang ilmiah dan akademis.
“Konsentrasi kita kita selama ini memang Perda Pesantren dan Full Day School. Untuk Perda sudah berjalan,” jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Jateng ini menambahkan, PKB Jateng sejauh k ini konsisten menolak kebijakan FDS. Namun belakangan ini, sejumlah daerah di Jawa Tengah kembali memunculkan wacana sekolah lima hari.
“Ini yang akan terus kita kawal. Ini bagian penting yang akan kita perjuangkan, agar tak ada kebijakan FDS di daerah-daerah,” bebernya.
Di era sekarang, menurutnya, pemerintah harus bicara tentang kemandirian Madrasah Diniyah (Madin). Bukan malah menganggunya dengan kebijakan FDS.
“PKB menolak kebijakan FDS karena tidak sejalan dengan upaya membangun mental dan spiritual siswa, khususnya di Madrasah,” tegasnya.
Wakil Ketua DPW - FKDT Jawa Tengah Akhmad Sururi menyambut baik langkah PKB yang menggandeng lembaga untuk menganilisa dampak FDS.

















