Relawan Global Gaungkan Pertanian Perkotaan Berkelanjutan di Semarang
Hendrati Hapsari
SEMARANG, (ERAKINI) - Para relawan global menggandeng komunitas lokal menyelenggarakan Semarang Urban–Peri Urban Permaculture Community Camp berlangsung pada 7–20 Juli 2026.
"Program ini merupakan sebuah workcamp relawan berskala internasional mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mempromosikan pertanian perkotaan berkelanjutan, pendidikan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat," kata Ketua Bhumi Horta, Itsnani Mardlotillah, Rabu (15/7/2026).
Kali ini mengusung semangat moto IAAS, "Think Globally, Act Locally," Semarang Urban–Peri Urban Permaculture Community Camp menjadi wujud nyata peran generasi muda dan kolaborasi internasional dapat menginspirasi perubahan positif bagi lingkungan.
Di samping itu, memperkuat masyarakat melalui aksi nyata yang dimulai dari tingkat lokal. Program workcamp ini merangkul relawan dari Universitas Diponegoro (UNDIP), Service Civil International (SCI) Malaysia Bhumi Horta Foundation (BHF) bagian dari SCI di Indonesia bekerja sama dengan International Association of Agricultural Students (IAAS) akan berbaur dengan masyarakat lokal. Kegiatan berlangsung di Desa Wonosari Kelurahan Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Mereka mendukung berbagai kegiatan pertanian sehari-hari, membangun hugel bed menggunakan bahan-bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kemampuan tanah dalam menyimpan air, serta membantu kegiatan pembibitan guna memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat," terang Sany, sapaan akrab Itsnani Mardlotillah.
Program ini, kata dia, juga menekankan pentingnya pendidikan dan pertukaran budaya. Para relawan akan berkolaborasi dengan sekolah-sekolah setempat untuk memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan sekaligus menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.


















