Kasus Warga Keracunan Gas, Penyidik Polres Aceh Timur Usut Penyebabnya
Akhmad Baihaqi Arsyad
BANDA ACEH, (ERAKINI) - Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyelidiki kasus warga yang keracunan gas hingga harus dirawat di rumah sakit diduga akibat kegiatan sumur perusahaan migas di daerah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah di Aceh Timur, Selasa (26/9/2023).
"Kepolisian mulai melakukan penyelidikan terkait atas dugaan warga mengalami keracunan gas akibat kegiatan PT Medco EP Malaka di Sumur Alur Siwah, Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur," kata AKBP Andy Rahmansyah.
Sebelumnya, sebanyak 29 warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, yang menjadi korban gas beracun kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zubir Mahmud.
AKBP Andy Rahmansyah mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim ke lokasi sumur yang diduga mengeluarkan gas penyebab warga keracunan guna melakukan pengecekan prosedur yang dilakukan pihak perusahaan migas tersebut.
"Tim dari kepolisian sedang menyelidikinya dan kini sedang mengecek prosedur yang dilakukan pihak perusahaan," kata Andy Rahmansyah.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Aceh Timur menyatakan penanganan terkait gas beracun tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bidang Pengawasan Izin Lingkungan dan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DLHK Aceh Timur Hermansyah.
"Untuk ujinya, merupakan kewenangan provinsi. Terkait apakah bersumber gas dari sumur operasi perusahaan migas, kami belum bisa memastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari provinsi," kata Timur Hermansyah.
Sebelumnya, PT Medco E&P Malaka, perusahaan migas yang beroperasi di wilayah itu menyatakan sudah menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan bau gas di sekitar area operasi hingga menyebabkan warga mengalami keracunan gas.
VP Relations & Security Arif Rinaldi mengungkapkan bahwa perusahaan bergerak cepat dan berkoordinasi dengan instansi kesehatan setempat untuk memastikan warga mendapatkan perawatan dan penanganan medis secara intensif.
















