Brigjen Patrige Petrus Rudolf Renwarin (kanan) saat serah terima jabatan Kapolda Papua dari Komjen Pol Matius D Fakhiri, Selasa (3/9/2024). Foto: Dok Humas Polri
JAKARTA, (ERAKINI) - Brigjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin resmi menjadi orang nomor 1 di Polda Papua setelah dilantik di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/9/2024).
Menariknya, Patrige dilantik langsung oleh teman seangkatannya di Akademi Kepolisian (Akpol), yakni Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Brigjen Patrige Renwarin naik menjadi Kapolda Papua berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1845/VIII/KEP./2024 tertanggal 28 Agustus 2024.
Ia menggantikan posisi Komjen Pol Matius D Fakhiri yang kini dimutasikan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Dengan menjabat sebagai Kapolda Papua, pangkat Patrige Renwarin otomatis naik satu tingkat menjadi Irjen alias jenderal bintang 2.
Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (4/9/2024), Patrige Renwarin lahir Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada 7 Juli 1969. Ayahnya adalah seorang mantri asal Desa Wearlilir, Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, dan ibu seorang perawat asal Papua bermarga Samai.
Patrige Renwarin menyelesaikan SD hingga SMP di Fakfak, lalu melanjutkan pendidikan di SMA Katolik Taruna Dharma Jayapura. Walaupun lahir di Fakfak, Patrige sangat mencintai tanah leluhurnya, Kepulauan Kei. Bahkan,pada usia 6 tahun Patrige sudah menginjakkan kakinya di kampung halaman sang ayah.
Karier kepolisian Patrige benar-benar dimulai dari bawah hingga menduduki sejumlah jabatan penting. Selama lebih dari dua decade berkarier di kepolisian, Patrige telah memegang sejumlah jabatan penting, antara lain sebagai Wakapolres Batanghari dan Kasat II Dit Reserse dan Kriminal Polda Papua.
Pada tahun 2010, ia dipercaya menjabat Kapolres Sarmi, dan dua tahun kemudian menduduki posisi Kapolres Merauke.
Patrige selanjutnya naik jabatan sebagai Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Papua pada tahun 2014 dan Kabid Humas Polda Papua pada tahun 2015.
Pada tahun 2016, Patrige diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divisi Humas Polri, sebuah posisi yang memberikan tanggung jawab lebih luas dalam pengembangan kebijakan.
Tidak lama setelah itu, ia kembali ke Papua untuk menjabat sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Papua pada tahun 2018, sebelum akhirnya menjadi Irwasda Polda Papua pada tahun 2020.
Karier Patrige semakin menonjol ketika diangkat sebagai Wakapolda Papua Barat pada tahun yang sama, dan kemudian Wakapolda Papua pada tahun 2023 hingga September 2024.