Peran Sepolwan sangat strategis dalam mengasah kemampuan dan keterampilan para polisi wanita untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin komplek. Foto: Ilustrasi/Dok Sepolwan
JAKARTA, (ERAKINI) - Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) adalah lembaga pendidikan pembentukan Brigadir Polisi Wanita. Peran Sepolwan sangat strategis dalam mengasah kemampuan dan keterampilan para polisi wanita untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin komplek.
Polwan baru saja memperingati hari jadinya yang ke-76 tahun pada 1 September 2024. merupakan salah satu unsur yang tidak terpisahkan dari institusi .
Keberadaan Polwan kini tidak hanya sekadar pelengkap. Polwan kini bisa mencapai level atas menjadi parwira tinggi alias jenderal. Tidak sedikit Polwan yang kini menduduki posisi strategis. Hal ini tentu tak lepas dari salah satunya peran SepolwanPolri.
Sepolwan merupakan unsur pelaksana pendidikan di bawah Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. Sepolwan adalah tempat para wanita pilihan untuk dididik dan belajar banyak hal, mulai dari integritas, kedisiplinan, mental, keterampilan, dan nilai-nilai pelayanan masyarakat.
Diolah dari berbagai sumber, Senin (2/9/2024), Sepolwan bertugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Brigadir Polisi Wanita untuk menjadi insan Bhayangkara yang memiliki sikap perilaku, pengetahuan, kemampuan dan keterampilan polisi Wanita. Sespolwan fokus pada pendidikan akademik, fisik, dan mental.
Untuk mendapatkan hasil didik atau lulusan yang diharapkan, maka Sepolwan selalu melakukan pembenahan secara berkesinambungan dan berkelanjutan dalam rangka penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang berkaitan dengan mind set dan culture set.
Peran Sepolwan dalam melakukan perubahan cultural sangat menentukan. Hal ini karena para calon Polwan umumnya berasal dari masyarakat umum yang memiliki berbagai macam karakteristik kepribadian.
Mereka kemudian dididik menjadi anggota Polri yang memiliki mental spititual, mental idiologi, dan watak pribadi dengan tidak meninggalkan kepribadian sebagai wanita Indonesia yang senantiasa dilandasi dengan filosofi pendidikan Polri (mahir, terpuji, patuh hukum dan unggul).
Sehingga tercipta Polwan yang siap untuk menjalankan tugas sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat secara profesional dan humanis.
SepolwanPolri berada di Jalan Ciputat Raya, Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hingga saat ini Sepolwan adalah lembaga pendidikan Polri khusus wanita satu-satunya yang ada di Indonesia. Lama pendidikan Sespolwan berkisar 7 bulan.
Cikal bakal Sepolwan dimulai ketika Komdak VII/Metro Jaya (Polda Metro Jaya) membuka Sekolah Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Sakri) Cabang Ciputat pada April 1963. Kemudian pada tahun 1968 Sakri Cabang Ciputat berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian dan Depo Latihan (Deplat) 007 Ciputat.
Pada tahun 1975 Deplat 007 Ciputat berubah menjadi Depo Pendidikan dan Latihan (Dodiklat) 007 Ciputat dan untuk pertama kalinya pada tahun 1975/1976 Dodiklat 007 Ciputat mendidik Bintara Polwan. Kemudian pada tahun 1982 dodiklat 007 berubah menjadi sekolah Bintara 007 Ciputat serta menjadi tahun pertama bagi lembaga pendidikan yang khusus mendidik Polisi Wanita.
Tonggak Pusat Pendidikan Polwan dimulai 24 Januari 1984 ketika tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Kolonel Polisi P Erda Latuasan Tarigan. Perubahan bukan hanya pimpinan dari polisi pria ke polisi wanita tetapi juga perubahan kepangkatan dari Letnan Kolonel Polisi menjadi Kolonel Polisi. Selanjutnya, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Sepolwan.
Pada tanggal 30 Oktober 1984 Pusdik Polwan diubah menjadi Sepolwan dan berada di bawah Direktorat Pendidikan Polri dari sebelumnya di bawah Komando Cabang Pendidikan dan Pelatihan (Kobangdiklat). Kemudian sejak 1992 Sepolwan berada di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.
Syarat Masuk Sespolwan
Buat yang tertarik masuk Sespolwan, biasanya gratis. Tapi tentu ada beberapa syarat dan tes yang harus dipenuhi. Tentu, harus terlebih dahulu ikut seleksi Polwan. Adapun syarat umum jadi Polwan, yaitu:
1. Warga Negara Republik Indonesia (WNI) dibuktikan dengan E-KTP
2. Berdomisili minimal 2 tahun di Polda tempat mendaftar, dibuktikan dengan KTP atau KK
3. Minimal berusia 18 tahun dan maksimal 21 tahun
4. Melampirkan surat kesehatan dari RSUD setempat dan surat bebas narkoba
5. Tidak bertato dan bertindik
6. Mentaati hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia 1945
7. Melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan menunjukkan tidak pernah melakukan tindak pidana
8. Lulus tes fisik dan mental
9. Belum pernah menikah atau hamil, dan siap tidak menikah selama proses pendidikan
10. Bersedia menjalani ikatan dinas selama 10 tahun, disetujui orang tua pendaftar
11. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
Syarat Fisik:
1. Tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan ideal
2. Memiliki postur tubuh yang baik
3. Tidak buta warna dan tidak minus
4. Tidak memiliki riwayat penyakit atau masalah kesehatan lainnya sesuai dengan kualifikasi anggota Polri
5. Memiliki gigi yang rapi dengan jumlah gigi sebanyak 28 gigi dan tidak kehilangan gigi depan.
Syarat Khusus untuk Pelamar Berhijab:
1. Menggunakan jilbab/hijab polos tanpa emblem.
2. Warna jilbab/hijab sesuai dengan ketentuan untuk dinas atau kegiatan tertentu.
3. Sepatu dan kaos kaki warna hitam.
4. Sepatu dinas warna putih, kaos kaki putih, dan celana panjang (tidak boleh menggunakan rok).