SMAN 2 Taruna Bhayangkara yang berlokasi
di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: YouTube Smadatara
BANYUWANGI, (ERAKINI) - SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi, Jawa Timur, merupakan sekolah yang menerapkan sistem boarding school atau berasrama. Para taruna dan taruni diasuh langsung oleh tenaga pendidik yang sebagian dari Polri.
Awalnya, sekolah ini bernama SMAN 2 Genteng. Kemudian naik status sejak 2019 menjadi () Banyuwangi. Berdasarkan data dapo.kemdikbud, dikutip, Kamis (29/8/2024), SK pendirian sekaligus SK izin operasional sekolah yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini tertanggal 3 Januari 2020.
Lahirnya Smadatara merupakan buah kerja sama SDM Polri dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada awal tahun 2019 melalui MoU yang disepakati guna meningkatkan pendidikan karakter kebhayangkaraan pada pelajar.
Melalui kerja sama ini, Smadatara menanamkan visi, yakni membentuk generasi unggul berkarakter, berwawasan kebangsaan, budaya, memiliki nilai kejuangan kreatif, inovatif, kompetitif, berlandaskan iman dan taqwa melalui pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan.
Dengan kurikulum dan kehidupan asrama yang penuh disiplin, tak heran bila lulusan SMAN 2 Taruna Bhayangkara menjanjikan bisa langsung masuk Bintara Polri.
Bahkan, Angkatan ke-2 Smadatara pada tahun 2023, berhasil menembus Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan sekolah kedinasan lainnya.
Sekolah yang berlokasi di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, ini juga berhasil mengantarkan puluhan siswanya masuk ke berbagai universitas negeri ternama di Tanah Air.
Pada tahun 2023 terdapat dua lulusan Smadatara yang berhasil masuk Akpol, satu siswa memasuki Akmil, dan satu AAL. Selain itu, 25 siswa Smadatara diterima di Bintara Polri. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding lulusan pertama tahun 2022 yang hanya lima orang.
Tentu tidak mudah masuk Smadatara. Banyak tahapan seleksi yang harus dilalui para calon siswa. Mengutip aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 yang diterbitkan kepala sekolah, Mujib, terdapat beberapa seleksi yang harus dilalui calon siswa.
Seleksi Tahap I adalah seleksi administrasi, mencakup:
1. Berkas Pendaftaran
2. Nilai Rapor
3. Tinggi Badan
4. Berkas Pendukung
Bagi peserta yang lolos Seleksi Tahap I maka akan lanjut mengikuti Seleksi Tahap II sebelum mengikuti pantukhir (pemantauan akhir) atau tes terakhir.
Seleksi Tahap II, mencakup:
1. Tes Kesehatan (kesehatan jiwa, pemeriksaan fisik, rikkes lab, rontgen, dan elektrokardiogram).
2. Tes Wawancara (orang tua dan calon siswa)
3. Tes FGD (Focus Group Discussion)
4. Tes Literasi dan Numerasi
5. Tes Kesamaptaan Jasmani, meliputi:
a. Pria
- Kesamaptaan A: Lari 12 menit
- Kesamaptaan B: pull up 1 menit, sit up 1 menit, push up 1 menit, shuttle run dengan jarak 6 x 10 meter.
b. Wanita
- Kesamaptaan A Lari: 12 menit
- Kesamaptaan B: chinning Up 1 menit, modified sit up 1 menit, modified push up 1 menit, dan shuttle run dengan jarak 6x10 meter.
c. Tes renang
6. Tes Psikologi
7. Pantukhir.
Smadatara Banyuwangi menggunakan kurikulum khusus selain Kurikulum Nasional 2013, meliputi pendidikan bela negara dan kebhayangkaraan, pendidikan mental kepribadian, dan pendidikan kesamaptaan jasmani.
Selepas olahraga pagi, para taruna dan taruni diajarkan mandiri dengan mencuci sendiri pakaian. Kemudian sarapan bersama agar asupan tubuh terpenuhi dan lebih semangat menjalani pembelajaran.
Setiap tahun para taruna dan taruni diwajibkan mengikuti tradisi pembaretan. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk jiwa korsa positif para siswa.