Dampak Banjir Demak: 4.000 Rumah Rusak, Puluhan Warga Mengungsi
Abdul Rahman Ahdori
DEMAK (ERAKINI) - Banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah mengakibatkatkan jebolnya tanggul sungai. Peristiwa ini juga berdampak pada 4.000 rumah rusak yang tersebar di 6 desa di daerah tersebut.
"Keenam desa tersebut, yakni Desa Sidorejo dan Rejosari Kecamatan Karangawen, Desa Pilangwetan dan Kebonagung Kecamatan Kebonagung, dan Kalianyar Kecamatan Wonosalam," kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak M. Agus Nugroho Luhur P saat ditemui di sela-sela meninjau lokasi banjir di Desa Pilangwetan, Selasa (6/2/2024).
Selain tempat pemukiman dan areal pertanian yang luasnya mencapai 275 hektare, banjir juga berdampak pada enam bangunan sekolah, satu masjid, dan kantor kelurahan. Sementara jumlah warga yang terdampak ada ribuan jiwa.
Bahkan, akibat banjir yang terjadi sejak Senin (5/2/) malam sekitar pukul 20.00 WIB tersebut terdapat sejumlah warga yang terpaksa mengungsi.
Mereka di antaranya di Desa Sidorejo ada yang mengungsi di masjid setempat sebanyak 62 jiwa, sedangkan di kantor UPTD sebanyak 54 jiwa.
Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak, diantaranya ada yang disebabkan adanya tanggul jebol serta air sungai yang melimpah, menyusul air kiriman dari kawasan atas.


















