Sejumlah desa di Grobogan terendam banjir usai hujan lebat semalaman (Foto: BPBD Grobogan)
GROBOGAN, (ERAKINI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melaporkan sebanyak 9.000 keluarga yang tersebar di 42 desa pada 10 kecamatan terdampak banjir yang terjadi pada Senin (16/2/2026). Banjir dipicu curah hujan tinggi serta limpasan air sungai.
Dilansir dari Antara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan, hingga pukul 20.00 WIB tercatat sekitar 9.000 kepala keluarga (KK) terdampak.
Akibatnya, sungai tidak mampu menampung aliran air dan meluap ke permukiman warga.
“Selain merendam rumah dan lahan pertanian, banjir juga menyebabkan sejumlah tanggul jebol,” ujarnya.
Tanggul yang jebol antara lain tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu; tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung; tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu; serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
Selain itu, satu rumah dilaporkan mengalami rusak berat. Sementara satu rumah di Dusun Sasak, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh, dilaporkan dalam kondisi hampir roboh.
Di Kecamatan Purwodadi, Kelurahan Kalongan menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah dengan 1.180 keluarga terdampak dan ketinggian air mencapai sekitar satu meter di Perumahan Permata Hijau.
Adapun di Kelurahan Purwodadi tercatat 584 keluarga terdampak, dan di Kelurahan Kuripan sebanyak 387 keluarga terdampak.
Sementara di Kecamatan Kedungjati, banjir merendam tujuh desa dengan total ribuan KK terdampak, meski sebagian besar genangan telah surut.
“Di Kecamatan Tegowanu, Desa Tajemsari dan Sukorejo masih tergenang dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter,” jelasnya.
Wahyu menambahkan, banjir juga terjadi di Kecamatan Toroh, Karangrayung, Pulokulon, Penawangan, Geyer, Gubug, dan Godong dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter.
Tim gabungan melakukan evakuasi warga di sejumlah titik, termasuk di Tambirejo (Toroh), Kalongan dan Purwodadi, serta Tinanding (Godong). Penyaluran bantuan logistik juga dilakukan di sejumlah kecamatan terdampak.
“Elevasi air di Bendung Klambu pada pukul 19.00 WIB tercatat 16,33 mdpl dengan debit 766,628 meter kubik per detik. Sementara itu, Pos Menduran menunjukkan tren kenaikan dengan debit 557,740 meter kubik per detik,” paparnya.