Tim SAR Berhasil Capai Jenazah Juliana Marins, Pendaki Wanita Asal Brasil yang Jatuh di Jurang Sedalam 600 Meter
Thomas Pulungan






Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan bahwa salah satu personel tim berhasil mencapai titik lokasi korban pada Selasa (24/6) sekitar pukul 18.00 Wita, tepatnya di datum point, lokasi jatuhnya korban.
"Setelah pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan pada korban," kata Hariyadi dalam keterangannya, Rabu (25/6/2025).
Status kematian korban dikonfirmasi setelah tiga personel SAR lainnya menyusul turun dan memverifikasi langsung kondisi korban. Jenazah kemudian dibungkus sebagai persiapan untuk proses evakuasi.
"Menyusul temuan ini, tim SAR yang berada di LKP (Last Known Position) atau lokasi terakhir korban terlihat, segera menyiapkan sistem evakuasi," jelasnya.
Untuk mendukung proses evakuasi, tujuh personel melakukan flying camp (bermalam di lokasi), dengan tiga orang ditempatkan di anchor point kedua pada kedalaman 400 meter, dan empat orang lainnya berada di sisi jenazah korban di kedalaman 600 meter.
Namun karena cuaca buruk dan visibilitas yang sangat terbatas, evakuasi jenazah ditunda sementara dan dilanjutkan pada pagi hari ini, Rabu (25/6). Proses evakuasi direncanakan dilakukan dengan lifting atau pengangkatan jenazah ke atas menuju LKP, sebelum kemudian dibawa dengan tandu menyusuri jalur pendakian menuju Posko Sembalun.
"Dari Posko Sembalun, jenazah akan dievakuasi menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda NTB untuk penanganan lebih lanjut," jelas Hariyadi.
Ia menambahkan, seluruh tim berharap proses evakuasi pada Rabu pagi ini dapat berjalan lancar dan aman sesuai rencana.

